Banner Iklan

Bina Desa Kalikejambon: Inovasi Pelet Berbahan Keong Sawah untuk Pakan Ternak sebagai Wujud SDGs Desa

Admin JSN
22 Juni 2026 | 14.34 WIB Last Updated 2026-06-22T07:36:11Z
Bina Desa Kalikejambon dengan inovasi pelet berbahan keong sawah untuk pakan ternak sebagai wujud SDGs Desa./dok.UPN Jatim

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa program Bina Desa melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pelet pakan ternak berbahan dasar keong sawah di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai potensi keong sawah sebagai bahan baku pakan ternak bernilai ekonomis sekaligus solusi pengendalian hama pertanian yang ramah lingkungan.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai permasalahan yang sering dihadapi petani dan peternak di Desa Kalikejambon. Keong sawah selama ini dikenal sebagai hama yang menyerang tanaman padi muda sehingga dapat menurunkan produktivitas pertanian.

Di sisi lain, tingginya harga pakan ternak menjadi tantangan tersendiri bagi para peternak dalam meningkatkan hasil usaha mereka. Berangkat dari kondisi tersebut, tim Bina Desa memperkenalkan inovasi pengolahan keong sawah menjadi pelet pakan ternak yang kaya protein dan dapat dimanfaatkan untuk unggas maupun ikan budidaya.

Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kandungan nutrisi keong sawah yang berpotensi menjadi sumber protein alternatif. Selain mengurangi populasi hama di lahan pertanian, pemanfaatan keong sawah juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait proses pengolahan, daya simpan produk, hingga peluang pengembangan usaha berbasis pakan ternak mandiri.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan pelet. Tahapan yang diperagakan meliputi proses pembersihan keong sawah, perebusan, penghalusan daging keong, pencampuran dengan bahan pendukung seperti dedak dan tepung pengikat, hingga proses pencetakan pelet dan pengeringan.

Masyarakat tidak hanya menyaksikan proses tersebut, tetapi juga terlibat secara aktif dalam setiap tahapan sehingga memperoleh pengalaman praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah maupun kelompok usaha ternak.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi lebih tinggi.

Inovasi pelet keong sawah tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan biaya pakan ternak, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah dan pengendalian hama secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi contoh nyata penerapan konsep ekonomi sirkular di tingkat desa yang memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mahasiswa UPN Veteran Jatim mengimplementasi SDGs Desa dengan inovasi pelet berbahan keong sawah untuk pakan ternak./dok.UPN Jatim

Program ini sejalan dengan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Desa, khususnya SDGs Desa 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) melalui upaya peningkatan pendapatan masyarakat dari pemanfaatan sumber daya lokal.

Kemudian, SDGs Desa 2 (Desa Tanpa Kelaparan) melalui penyediaan alternatif pakan ternak yang lebih terjangkau, SDGs Desa 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Desa) dengan mendorong peluang usaha baru berbasis hasil olahan keong sawah, SDGs Desa 12 (Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan) melalui pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, serta SDGs Desa 15 (Ekosistem Daratan) dengan membantu mengendalikan populasi keong sawah yang menjadi hama pertanian.

Kegiatan Bina Desa di Desa Kalikejambon ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana yang berangkat dari permasalahan lokal dapat menjadi solusi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga, diharapkan pemanfaatan keong sawah sebagai bahan baku pelet pakan ternak dapat terus dikembangkan sehingga mampu mendukung terwujudnya desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan sesuai dengan semangat SDGs Desa.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal untuk menciptakan kesejahteraan bersama.

kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Binadesa Kelompok 3 yang terdiri atas ),  Ni Putu Dewi Ambarwati (23031010125), Ahmad Rifaldi Prasetia (23031010130), Pramudya Bintang Dwiwaha (23031010136 Muchammad Rizki Firdaus (23036010051), dan Magdalia Nur Hediana (23036010022) di bawah bimbingan Rizqa Ruviana, S.T., M.T.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dalam mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang merata, pelestarian lingkungan, serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan program pemberdayaan berbasis SDGs dapat diakses melalui laman resmi UPN Veteran Jawa Timur (https://www.upnjatim.ac.id/) dan LPPM UPN Veteran Jawa Timur (https://lppm.upnjatim.ac.id/). Melalui berbagai program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan desa, UPN Veteran Jawa Timur terus berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Kalikejambon, Jombang – 25 Mei 2026)

***

Editor: YAN

Baca juga: Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bina Desa Kalikejambon: Inovasi Pelet Berbahan Keong Sawah untuk Pakan Ternak sebagai Wujud SDGs Desa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now