Banner Iklan

Bahas Jodoh Sambil Menikmati Live Music, Podcast KopiRenk Gank Randupitu Sukses Curi Perhatian Pengunjung

Anis Hidayatie
18 Juni 2026 | 21.01 WIB Last Updated 2026-06-18T14:01:51Z


Sambil Menikmati Live Music, Podcast KopiRenk Gank Randupitu Sukses Curi Perhatian Pengunjung

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Malam menghangat,  gelaran podcast yang dipadukan dengan pertunjukan live music di KopiRenk Gank, Desa Randupitu kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan Kamis (18/6/2026) malam memikat.

Mengangkat tema ringan namun dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni soal jodoh dan usia ideal menikah, acara tersebut berhasil menarik perhatian pelanggan yang hadir.

Podcast dipandu oleh Host KIM Randupitu, Suudin, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Pak Modin Cipto, Ketua RT Singgih, serta Bidan Desa Fitria. Di sela obrolan santai, pengunjung juga dihibur penampilan live music yang membuat suasana semakin hidup.

Dalam diskusi tersebut, Pak Modin Cipto menyoroti fenomena semakin banyaknya perempuan maupun laki-laki yang memilih atau terpaksa menunda pernikahan hingga usia yang tidak lagi muda.

Menurutnya, masyarakat kerap memberikan stigma seperti "perawan tua" kepada perempuan yang belum menikah di usia tertentu. Namun ia mengingatkan bahwa persoalan jodoh tidak semata-mata bisa diukur dari usia.

"Jodoh itu adalah takdir dari Allah SWT. Memang ada faktor-faktor yang bisa kita lihat, seperti kecocokan, penampilan, maupun pertimbangan lainnya. Dalam agama juga diajarkan untuk memilih pasangan dengan baik, tetapi jangan sampai terlalu memilih hingga akhirnya justru kehilangan kesempatan," ujarnya.

Sementara itu, Bidan Fitria memberikan pandangan dari sisi kesehatan reproduksi. Ia menjelaskan bahwa usia 22 hingga 30 tahun merupakan rentang usia yang dinilai ideal untuk menjalani kehamilan karena kondisi reproduksi perempuan umumnya berada pada fase terbaik.

"Kalau memang sudah mampu secara mental, fisik, dan ekonomi, segeralah menikah. Di usia tersebut kesehatan reproduksi berada pada kondisi yang sangat baik sehingga lebih mendukung proses kehamilan dan melahirkan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kesiapan membangun rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga kematangan emosional dan tanggung jawab pasangan.

Ketua RT Singgih turut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar memandang pernikahan sebagai bagian dari proses kehidupan yang harus dipersiapkan dengan baik, tanpa terpengaruh tekanan maupun stigma sosial.

Selain menjadi ruang diskusi, acara tersebut juga menghadirkan hiburan musik yang mengiringi jalannya podcast. Konsep perpaduan antara talkshow santai dan live music membuat para pengunjung betah menikmati suasana malam di KopiRenk Gank.

Host KIM Randupitu, Suudin, mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan agar edukasi kepada masyarakat bisa disampaikan dengan cara yang lebih santai dan mudah diterima.

"Podcast tidak harus selalu serius. Dengan ditemani live music, masyarakat bisa menikmati hiburan sekaligus mendapatkan wawasan dari para narasumber. Ini menjadi ruang berkumpul, berdiskusi, dan mempererat silaturahmi," katanya.

Gelaran podcast yang dikombinasikan dengan live music ini pun mendapat respons positif dari pelanggan. Banyak pengunjung mengikuti jalannya diskusi hingga selesai sambil menikmati kopi dan hiburan musik, menjadikan KopiRenk Gank tidak hanya sebagai tempat nongkrong, tetapi juga ruang berbagi inspirasi dan edukasi bagi masyarakat Desa Randupitu.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bahas Jodoh Sambil Menikmati Live Music, Podcast KopiRenk Gank Randupitu Sukses Curi Perhatian Pengunjung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now