Foto: Ahmad Shiddiq Muslim
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam ajang Mahrojan Araby 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Negeri Malang pada 5–8 Mei 2026, Ahmad Shiddiq Muslim berhasil meraih Juara 1 Cabang Ghina’ Araby (Menyanyi Bahasa Arab) setelah menampilkan performa yang memukau di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Keberhasilan tersebut menambah deretan prestasi mahasiswa PBAUIN Malang di ajang Mahrojan Araby sekaligus mempertegas kualitas mahasiswa dalam bidang akademik, kebahasaan, dan seni. Kompetisi Ghina’ Araby sendiri merupakan salah satu cabang perlombaan yang banyak diminati karena memadukan kemampuan berbahasa Arab dengan seni vokal yang membutuhkan keterampilan dan penghayatan tinggi.
Berbeda dengan kompetisi kebahasaan pada umumnya, cabang Ghina’ Araby tidak hanya menilai kualitas suara peserta. Para kontestan dituntut mampu menunjukkan ketepatan pelafalan bahasa Arab, penguasaan nada, teknik vokal yang baik, serta kemampuan menghayati makna lagu yang dibawakan.
Dalam penampilannya, Ahmad Shiddiq Muslim berhasil menghadirkan harmoni yang sempurna antara kemampuan berbahasa Arab dan seni tarik suara. Dengan karakter vokal yang kuat, jernih, dan penuh ekspresi, ia mampu membangun suasana yang menyentuh serta menghidupkan pesan yang terkandung dalam lagu yang dibawakannya. Setiap bait yang dilantunkan tidak hanya terdengar indah secara musikal, tetapi juga menunjukkan penguasaan bahasa Arab yang baik. Performa tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri dan mengantarkannya meraih posisi tertinggi dalam kompetisi yang berlangsung sangat kompetitif.
Di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, kemampuan mengintegrasikan bahasa, seni, dan kreativitas menjadi nilai tambah yang sangat penting. Melalui Ghina’ Araby, Mahasiswa tidak hanya belajar menguasai bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana ekspresi budaya dan pengembangan karakter.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?