Banner Iklan

Tantangan dan Harapan Sistem Komunikasi Indonesia di Era Globalisasi “Challenges and Expectations of Indonesia’s Communication System in the Era of Globalization”

Admin JSN
06 Mei 2026 | 09.52 WIB Last Updated 2026-05-06T02:52:05Z

 

Ilustrator Sumber Foto : https://pin.it/


ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM : 

Pendahuluan

Perkembangan teknologi komunikasi di era globalisasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kemajuan internet, media sosial, serta berbagai platform digital membuat proses komunikasi menjadi semakin cepat dan tidak lagi terbatas oleh jarak maupun waktu. Kondisi ini menyebabkan perubahan cara masyarakat dalam berinteraksi, baik secara individu maupun dalam lingkup yang lebih luas.

Transformasi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek teknis komunikasi, tetapi juga memengaruhi cara berpikir dan perilaku masyarakat. Saat ini, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pihak yang ikut memproduksi dan menyebarkan informasi. Hal ini membuat arus informasi menjadi sangat deras dan sulit dikendalikan. Di satu sisi, hal ini membuka peluang besar dalam memperluas wawasan dan akses informasi, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai permasalahan baru.

Pane dan Lase (2024) menjelaskan bahwa globalisasi mendorong terbentuknya komunikasi multikultural, di mana individu dari berbagai latar belakang budaya dapat berinteraksi secara langsung. Sementara itu, Ikhsano et al. (2023) menunjukkan bahwa perkembangan media digital juga berdampak pada meningkatnya penyebaran informasi yang tidak benar, khususnya melalui media sosial. Selain itu, dalam lingkungan organisasi, komunikasi memiliki peran penting dalam menyampaikan perubahan serta menjaga keselarasan antaranggota (Gusmarani & Rajiyem, 2022).

Dengan berbagai perubahan tersebut, penting untuk memahami bagaimana sistem komunikasi di Indonesia berkembang di era globalisasi, termasuk tantangan yang dihadapi serta harapan yang dapat dicapai ke depan.  

Pembahasan

1. Perkembangan Sistem Komunikasi di Era Globalisasi

Perkembangan sistem komunikasi di Indonesia menunjukkan perubahan yang cukup signifikan seiring dengan kemajuan teknologi digital. Komunikasi yang sebelumnya dilakukan secara langsung atau melalui media konvensional kini telah bergeser ke arah digital. Media sosial dan aplikasi pesan instan menjadi sarana utama dalam menyampaikan dan menerima informasi.

Globalisasi juga memperluas ruang interaksi masyarakat. Komunikasi tidak lagi terbatas pada lingkungan lokal, tetapi telah berkembang ke tingkat global. Pane dan Lase (2024) menyatakan bahwa komunikasi multikultural menjadi salah satu ciri utama komunikasi di era globalisasi. Interaksi antarbudaya ini memberikan manfaat dalam memperluas wawasan, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk memahami perbedaan nilai dan norma.

Dalam organisasi, perkembangan komunikasi juga terlihat dari pemanfaatan teknologi dalam komunikasi internal. Gusmarani dan Rajiyem (2022) menegaskan bahwa komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi secara jelas dan menghindari kesalahpahaman, terutama dalam situasi perubahan organisasi.

2. Tantangan Sistem Komunikasi di Indonesia

Meskipun membawa banyak kemudahan, sistem komunikasi di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu masalah yang paling menonjol adalah maraknya penyebaran hoaks melalui media digital.

Ikhsano et al. (2023) menjelaskan bahwa tingginya penggunaan media sosial tidak diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memverifikasi informasi. Banyak individu yang langsung mempercayai dan menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan informasi yang tidak akurat dapat menyebar dengan sangat cepat.

Selain itu, terdapat juga hambatan dalam proses komunikasi, seperti perbedaan pemahaman, penggunaan bahasa yang tidak jelas, serta kurangnya umpan balik. Gusmarani dan Rajiyem (2022) menyebutkan bahwa hambatanhambatan ini dapat menyebabkan distorsi pesan dan mengurangi efektivitas komunikasi.

Tantangan lainnya adalah perubahan pola komunikasi yang cenderung lebih singkat dan instan. Interaksi melalui media digital seringkali mengurangi kedalaman komunikasi interpersonal. Selain itu, pengaruh budaya asing juga dapat memengaruhi cara berkomunikasi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

3. Peran Public Relations dalam Sistem Komunikasi

Public Relations (PR) memiliki peran penting dalam menjaga kualitas komunikasi antara organisasi dan masyarakat. PR bertugas menyampaikan informasi yang benar, membangun kepercayaan, serta menjaga hubungan yang baik dengan publik.

Desri et al. (2024) menjelaskan bahwa strategi PR yang tepat dapat membantu organisasi dalam membangun citra positif. Dalam era digital, PR juga harus mampu merespons informasi yang berkembang dengan cepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Selain itu, komunikasi dua arah menjadi hal yang sangat penting dalam praktik PR. Hamidah dan Wijaya (2025) menekankan bahwa komunikasi yang melibatkan interaksi antara organisasi dan publik dapat meningkatkan pemahaman serta memperkuat hubungan yang terjalin.

4. Strategi Komunikasi di Era Digital

Dalam menghadapi tantangan komunikasi di era globalisasi, diperlukan strategi yang tepat agar komunikasi dapat berjalan secara efektif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi digital masyarakat.

Ikhsano et al. (2023) menyebutkan bahwa upaya pencegahan hoaks dapat dilakukan melalui penyebaran informasi yang valid, penggunaan media resmi, serta edukasi kepada masyarakat. Dengan adanya pemahaman yang baik, masyarakat dapat lebih selektif dalam menerima informasi.

Selain itu, strategi komunikasi juga perlu memperhatikan unsur penting seperti pesan, media, serta audiens. Gusmarani dan Rajiyem (2022) menjelaskan bahwa keberhasilan komunikasi sangat dipengaruhi oleh bagaimana pesan disusun dan disampaikan.

5. Harapan Sistem Komunikasi Indonesia

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, sistem komunikasi di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang ke arah yang lebih baik. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat mendukung komunikasi yang lebih efektif dan terbuka.

Pane dan Lase (2024) menyatakan bahwa komunikasi multikultural dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat yang beragam. Dengan sikap saling menghargai, perbedaan budaya dapat menjadi kekuatan, bukan hambatan.

Selain itu, peningkatan literasi digital menjadi harapan penting agar masyarakat dapat lebih kritis dalam menerima informasi. Dengan demikian, kualitas komunikasi di Indonesia dapat terus meningkat dan mampu menghadapi tantangan globalisasi.

Kesimpulan

Globalisasi telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap sistem komunikasi di Indonesia. Kemajuan teknologi digital, seperti internet dan media sosial, menjadikan proses komunikasi berlangsung lebih cepat, luas, dan mudah diakses oleh masyarakat. Kondisi ini mempermudah penyebaran informasi serta memperluas jangkauan interaksi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan yang tidak dapat diabaikan. Penyebaran hoaks, rendahnya tingkat literasi digital, serta kecenderungan komunikasi yang serba instan menjadi masalah yang cukup serius. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat menurunkan kualitas informasi dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan upaya yang terencana melalui strategi komunikasi yang tepat serta keterlibatan berbagai pihak, seperti pemerintah, Public Relations, dan masyarakat. Penyampaian informasi yang jelas dan akurat, pemanfaatan media yang sesuai, serta peningkatan literasi digital menjadi langkah penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif dan dapat dipercaya.

Di sisi lain, globalisasi juga membawa peluang bagi perkembangan sistem komunikasi yang lebih baik. Dengan penggunaan teknologi yang bijak dan sikap saling menghargai dalam keberagaman budaya, komunikasi dapat berkembang menjadi lebih berkualitas. Ke depannya, sistem komunikasi di Indonesia diharapkan mampu menjadi lebih adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan globalisasi secara positif. 

Daftar Pustaka

Pane, O. O., & Lase, A. (2024). Komunikasi multikulturalisme di era globalisasi. Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik, 1(2), 131–137. 

Ikhsano, A., Sutanto, D. F., & Stellarosa, Y. (2023). Communication strategy of the Ministry of Communication and Information Technology in preventing the spread of hoax on social media. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 8(1), 208–216. 

Gusmarani, K., & Rajiyem. (2022). Strategi komunikasi internal dalam perubahan organisasi di masa transisi tahun 2019–2020. Jurnal Manajemen Komunikasi, 6(2), 137–162. 

Desri, S., et al. (2024). Analisis strategis Public Relations dalam membangun branding. Jurnal Ekonomika45

Hamidah, N., & Wijaya, A. S. (2025). Model komunikasi Grunig dan Hunt pada humas dalam distribusi informasi. Jurnal Cendekia Ilmiah.

 

Penulis : Axel Fabianto Prasetya, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tantangan dan Harapan Sistem Komunikasi Indonesia di Era Globalisasi “Challenges and Expectations of Indonesia’s Communication System in the Era of Globalization”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now