Banner Iklan

TANTANGAN DAN HARAPAN SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Admin JSN
06 Mei 2026 | 09.58 WIB Last Updated 2026-05-06T02:58:51Z

Ilustrasi Sumber Foto : https://osc.medcom.id/

 

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM : Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam sistem komunikasi Indonesia. Perkembangan teknologi digital, media sosial, dan arus informasi global membuat masyarakat semakin mudah memperoleh berita, berinteraksi, serta menyampaikan pendapat. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital, hingga masuknya pengaruh budaya luar yang dapat menggeser nilai-nilai lokal. Menurut pandangan Moch Rizal Efendi, mahasiswa Sistem Komunikasi Indonesia kelas D, persoalan ini penting untuk dibahas sebagai bagian dari refleksi akademik dalam mata kuliah Sistem Komunikasi Indonesia yang diampu oleh Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.

Sistem komunikasi Indonesia saat ini berada dalam situasi yang sangat dinamis. Jika dahulu informasi lebih banyak disampaikan melalui media cetak, radio, dan televisi, kini masyarakat dapat mengakses informasi hanya melalui telepon genggam. Media sosial menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk berbagi informasi, membentuk opini, dan mengikuti perkembangan isu nasional maupun internasional. Perubahan ini tentu membawa dampak positif karena masyarakat menjadi lebih cepat mengetahui berbagai peristiwa. Namun, di sisi lain, kecepatan penyebaran informasi sering kali tidak diimbangi dengan ketelitian dalam memeriksa kebenaran berita.

Salah satu tantangan terbesar sistem komunikasi Indonesia di era globalisasi adalah penyebaran hoaks dan disinformasi. Banyak informasi palsu tersebar melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, dan berbagai platform digital. Informasi yang belum jelas kebenarannya sering langsung dipercaya dan dibagikan tanpa proses verifikasi. Hal ini dapat menimbulkan keresahan, konflik sosial, bahkan memengaruhi cara masyarakat mengambil keputusan. Dalam kondisi seperti ini, sistem komunikasi Indonesia tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu menjaga akurasi, etika, dan tanggung jawab dalam penyampaian informasi.

Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Tidak semua pengguna internet memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar, opini, iklan, atau berita palsu. Banyak orang hanya membaca judul tanpa memahami isi berita secara utuh. Ada pula yang mudah terpengaruh oleh narasi provokatif karena tidak terbiasa memeriksa sumber informasi. Literasi digital menjadi sangat penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap setiap pesan yang diterima.

Selain persoalan hoaks dan literasi digital, globalisasi juga membawa tantangan terhadap identitas budaya bangsa. Arus informasi dari luar negeri masuk dengan sangat cepat melalui film, musik, gaya hidup, bahasa, dan tren media sosial. Hal ini tidak selalu buruk karena masyarakat dapat belajar dari perkembangan dunia luar. Namun, jika tidak disikapi secara bijak, pengaruh tersebut dapat membuat masyarakat melupakan nilai-nilai lokal, bahasa Indonesia yang


baik, serta budaya komunikasi yang santun. Sistem komunikasi Indonesia perlu tetap terbuka terhadap perkembangan global, tetapi tidak boleh kehilangan jati diri bangsa.

Di sisi lain, era globalisasi juga memberikan harapan besar bagi kemajuan komunikasi Indonesia. Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan, memperkuat partisipasi masyarakat, dan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional. Melalui media online, masyarakat dari berbagai daerah dapat menyampaikan aspirasi, mempromosikan potensi lokal, serta membangun jejaring dengan masyarakat global. Hal ini menunjukkan bahwa sistem komunikasi Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi lebih inklusif, terbuka, dan demokratis.

Harapan lainnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan media secara bertanggung jawab. Masyarakat perlu memahami bahwa setiap informasi yang disebarkan memiliki dampak. Oleh karena itu, sikap hati-hati, jujur, dan bijak dalam berkomunikasi harus terus dibangun. Pemerintah, media, lembaga pendidikan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat literasi media dan literasi digital. Pendidikan mengenai etika komunikasi juga perlu ditanamkan sejak dini agar masyarakat mampu menggunakan teknologi bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk hal-hal yang bermanfaat.

Dengan demikian, tantangan dan harapan sistem komunikasi Indonesia di era globalisasi berjalan beriringan. Globalisasi membawa kemudahan, kecepatan, dan keterbukaan informasi, tetapi juga menuntut masyarakat untuk lebih kritis, selektif, dan bertanggung jawab. Sistem komunikasi Indonesia akan semakin kuat apabila mampu memanfaatkan teknologi modern tanpa meninggalkan nilai budaya, etika, dan kepentingan nasional. Ke depan, komunikasi Indonesia diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun masyarakat yang cerdas, santun, dan berdaya saing di tengah dunia global.

 

Kesimpulan

Sistem komunikasi Indonesia di era globalisasi menghadapi berbagai tantangan, seperti penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital, ketimpangan akses teknologi, serta pengaruh budaya luar yang dapat menggeser nilai-nilai lokal. Namun, perkembangan teknologi juga membuka peluang besar untuk memperluas akses informasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat pendidikan, dan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional. Oleh karena itu, masyarakat, pemerintah, media, dan lembaga pendidikan perlu berperan aktif dalam membangun komunikasi yang sehat, kritis, santun, dan bertanggung jawab agar sistem komunikasi Indonesia mampu berkembang tanpa kehilangan jati diri bangsa.

 

Daftar pustaka

Baran, S. J. (2012). Pengantar komunikasi massa: Literasi media dan budaya. Jakarta: Erlangga. Cangara, H. (2016). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

McQuail, D. (2011). Teori komunikasi massa McQuail. Jakarta: Salemba Humanika.

Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Literasi digital. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • TANTANGAN DAN HARAPAN SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now