Banner Iklan

TANTANGAN DAN HARAPAN ILMU KOMUNIKASI INDONESIA DI ERA GLOBALISASI Dinamika Perkembangan Komunikasi di Arus Informasi Global

Admin JSN
04 Mei 2026 | 19.19 WIB Last Updated 2026-05-04T12:19:16Z
Komunikasi digital menghubungkan dunia tanpa batas, menjadi tantangan menjaga identitas komunikasi Indonesia di era globalisasi. Sumber Foto : https://static9.depositphotos.com/


ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Globalisasi sudah membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, terutama dari cara manusia berkomunikasi. Perkembangan teknologi digital membuat informasi menjadi sangat cepat dan tidak terbatas oleh jarak ataupun waktu. Masyarakat Indonesia sangat mudah mengakses berbagai informasi dari seluruh dunia hanya melalui media sosial dan internet. Bisa dilihat dari kebiasaan anak muda yang sering mencampurkan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari, penggunaaan slang dan bahasa gaul seperti “mager” (males gerak), “gabut” (tidak ada kerjaan), “kepo” (rasa ingin tau), juga menunjukkan adanya perubahan dalam cara masyarakat Indonesia bekomunikasi. Hal ini tentu memberikan pengaruh serius terhadap perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia.

Seorang Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Drs.Widiyatmo Ekoputro, M.A. pernah menyampaikan pandangannya bahwa “Sistem Komunikasi Indonesia ialah mengindonesiakan Indonesia” Pernyataan tersebut terasa sangat relevan dengan era globalisasi saat ini. Komunikasi yang terjadi di Indonesia seharusnya mencerminkan identitas, nilai, dan karakter bangsa Indonesia.

Salah satu tantangan terbesar dalam ilmu komunikasi di era globalisasi adalah besarnya arus informasi yang masuk tanpa batas. Informasi yang beredar tidak semuanya sesuai dengan nilai, norma, dan budaya masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang terbawa arus informasi kebarat-baratan yang jika tidak disaring dengan baik, hal ini akan memengaruhi cara berpikir dan perilaku masyarakat, terutama generasi muda yang sangat aktif menggunakan media digital atau media sosial.

Selain itu, fenomena hoaks dan disinformasi juga menjadi permasalahan yang sangat serius. Banyak orang yang dengan mudah mempercayai dan menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Misalnya, penyebaran berita hoax di grup keluarga besar sering sekali terjadi, tidak jarang juga generasi boomers yang sangat mudah terpengaruh oleh berita hoax. Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi digital masyarakat masih perlu ditingkatkan. Kurangnya kemampuan dalam memilah informasi dapat menimbulkan kesalahpahaman bahkan konflik di tengah masyarakat.

Perkembangan teknologi juga membuat komunikasi menjadi semakin cepat, tetapi sering kali mengurangi kedalaman makna dari pesan yang ingin disampaikan. Banyak orang yang lebih fokus pada kecepatan dalam menyampaikan informasi dibandingkan dengan keakuratan dan etika komunikasi. Padahal, dalam ilmu komunikasi, pesan yang baik adalah pesan yang tidak hanya cepat tersampaikan, tetapi juga dapat dipahami dengan benar oleh penerima.

Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, peran pendidikan menjadi sangat penting. Kampus tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari teori, tetapi juga sebagai ruang untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi. Sebagai mahasiswa komunikasi harus mampu menjadi komunikator yang cerdas sekaligus bijak, sehingga pesan yang disampaikan dapat memberikan dampak positif bagi penerima informasi yang kami sampaikan.

Menurut saya Kayla Sofyanno Putri, mahasiswi ilmu komunikasi, era globalisasi sebenarnya memberikan peluang yang sangat besar bagi kami mahasiswa ilmu komunikasi. Kita memiliki akses yang luas terhadap informasi, sehingga bisa belajar dari berbagai sudut dan pengalaman dari seluruh dunia. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kemampuan untuk berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Saya sering melihat di media sosial, banyak orang yang langsung bereaksi terhadap suatu isu hanya berdasarkan judul atau potongan informasi saja. Hal ini membuat komunikasi menjadi tidak sehat karena dipenuhi oleh asumsi dan emosi. Menurut saya, sebagai generasi muda, kita harus mulai membiasakan diri untuk membaca secara utuh, mencari sumber yang terpercaya, dan tidak terburu-buru dalam menyimpulkan sesuatu.

Harapan saya ke depan, Ilmu Komunikasi di Indonesia dapat terus berkembang dan mampu untuk beradaptasi dengan perubahan global tanpa kehilangan identitas lokal seperti penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan budaya lokal serta adat istiadat. Sebagai Mahasiswa Ilmu Komunikasi diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media saja, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang bertanggung jawab dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.

Dengan adanya kesadaran akan pentingnya literasi digital dan etika komunikasi, ilmu komunikasi tidak hanya menjadi alat untuk menyampaikan pesan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun pemahaman, memperkuat persatuan, dan menciptakan komunikasi yang lebih sehat di tengah masyarakat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • TANTANGAN DAN HARAPAN ILMU KOMUNIKASI INDONESIA DI ERA GLOBALISASI Dinamika Perkembangan Komunikasi di Arus Informasi Global

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now