Malang | JatimSatuNews: – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 SMAN 1 Turen berlangsung meriah dan penuh makna. Tidak sekadar menjadi ajang perayaan, momentum ini juga menegaskan identitas sekolah sebagai institusi yang menjunjung tinggi budaya akademik, ditandai dengan launching 4 buku pendidikan karya Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto dan GTK.
Dalam rangkaian acara bertajuk Mahakarya Miepra X, nuansa akademis terasa lebih kuat. Pengawas sekolah Intak menyampaikan bahwa peringatan tahun ini memiliki “bau akademis” yang lebih menonjol dibanding sebelumnya.
Peluncuran empat buku tersebut dinilai sebagai langkah nyata menanamkan budaya literasi dan berpikir ilmiah di lingkungan sekolah.
“Nilai-nilai positif dari kepala sekolah sudah diturunkan. Ini akan menjadi napas SMAN 1 Turen ke depan. Kalau diberi tantangan, kami siap menyampaikan kepada kepala sekolah binaan untuk mulai menulis. Awalnya mungkin terpaksa, tapi lama-lama akan ketagihan,” ungkapnya.
Pengawas sekaligus Komite Sekolah, Heri, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai seluruh rangkaian acara merupakan hasil inisiatif luar biasa dari para siswa.
“Ini kegiatan yang luar biasa karena diinisiasi sendiri oleh siswa. Mereka belajar bertanggung jawab, berkolaborasi, dan berorganisasi dalam skala besar,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Dwi Anggraeni, yang secara langsung memberikan tantangan kepada seluruh kepala sekolah di Kabupaten Malang agar mulai menulis buku. Menurutnya, launching empat buku ini harus menjadi inspirasi bagi para guru untuk berkarya dan mendokumentasikan gagasan dalam bentuk tulisan.
“Momentum ini harus dimaknai dengan produktivitas. Kami berharap kepala sekolah dan guru bisa menulis, sehingga lahir lebih banyak karya dari dunia pendidikan,” tegasnya dari atas panggung.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, mengaku haru dan bangga atas capaian yang diraih sekolahnya. Ia menilai kesuksesan acara ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari siswa, guru, hingga dukungan stakeholder seperti aparat keamanan dan pemerintah setempat.
“Kami harus melalui proses panjang, mulai dari perizinan hingga koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk sampai ke Polda. Ini bukan pekerjaan ringan, tapi membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, generasi saat ini tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus mampu bersinergi untuk mencapai kesuksesan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk media dan sponsor. Ia berharap tradisi berkarya seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
Perayaan HUT ke-35 ini juga menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya acara digelar hingga malam hari. Dengan tetap menjaga nilai religius, kegiatan dihentikan saat waktu Maghrib dan dilanjutkan kembali hingga selesai pada malam hari.
Selain launching buku, acara juga dimeriahkan berbagai penampilan siswa serta menghadirkan guest star band For Revenge, yang semakin menyemarakkan suasana.
Dengan peluncuran 4 buku sebagai simbol penguatan budaya literasi, SMAN 1 Turen tidak hanya merayakan usia, tetapi juga meneguhkan diri sebagai sekolah yang produktif, inovatif, dan inspiratif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Malang.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?