Banner Iklan

Senator Lia Istifhama: Ibu Adalah Sekolah Pertama, Literasi Dimulai dari Rumah

Admin JSN
01 Mei 2026 | 13.51 WIB Last Updated 2026-05-01T06:51:45Z
Anggota DPD RI Lia Istifhama menegaskan peran ibu dapat menjadi sekolah pertama dan pembangun literasi pertama di rumah./dok. Istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Senator DPD RI Lia Istifhama menyebut ibu sebagai sekolah pertama. Lia juga menegaskan bahwa literasi keluarga dibangun dari rumah.

Dua pernyataan ini disampaikan Anggota Komite III DPD RI Lia Istifhama saat dirinya menjadi narasumber podcast Hari Kartini di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/4).

Pada momen tersebut ia menegaskan bahwa perempuan, khususnya ibu, memegang peran paling strategis dalam membangun budaya literasi keluarga. Sebab, rumah adalah sekolah pertama bagi anak, dan ibu merupakan guru pertama yang membentuk cara berpikir, karakter, sekaligus kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan.

Menurut Lia, peran ibu dalam keluarga tidak sekadar mendampingi tumbuh kembang anak secara fisik, tetapi juga membangun emotional bonding yang kuat sebagai fondasi pendidikan karakter dan kebiasaan belajar.

"Ketika anak merasa dekat secara emosional dengan orang tua, terutama ibu, di situlah tumbuh rasa percaya, rasa nyaman, dan semangat belajar. Dari hubungan yang kuat, lahir budaya membaca dan budaya berpikir," ungkap senator asal Jawa Timur tersebut.

Lia menilai perempuan hari ini adalah sosok multitasking yang tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak peradaban melalui pendidikan di lingkungan keluarga.

"Perempuan bukan hanya bicara hati. Perempuan adalah sosok kompleks yang mampu melahirkan generasi, menanam nilai, dan membangun masa depan bangsa," ujarnya.

Budaya literasi juga ia tekankan harus dimulai dari rumah dengan langkah sederhana, seperti membiasakan anak dekat dengan buku, membacakan cerita, hingga menjadikan diskusi keluarga sebagai ruang belajar.

Baginya, membangun Indonesia Emas 2045 dimulai dari keluarga yang gemar membaca. Dan kunci utama dari rumah literasi itu adalah peran perempuan yang sadar bahwa dirinya bukan sekadar pendamping, melainkan penentu arah masa depan generasi.

Pada momen yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si menegaskan bahwa keluarga merupakan ruang literasi paling mendasar dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.

Menurut Tiat, kebiasaan membaca tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh dari pola asuh, keteladanan, dan lingkungan rumah yang akrab dengan pengetahuan.

"Ibu memiliki posisi sentral dalam menanamkan kecintaan membaca sejak dini. Bahkan literasi bisa dikenalkan sejak anak masih dalam kandungan melalui stimulasi bahasa, cerita, dan kebiasaan orang tua yang dekat dengan buku. Dari situlah fondasi kecerdasan generasi dibangun," tegasnya.

Tingginya antusiasme kaum perempuan untuk mengunjungi perpustakaan di Jawa Timur menurutnya juga dapat menjadi modal sosial penting dalam membangun ekosistem literasi berbasis keluarga. Ini membuatnya terus mendorong lahirnya ruang-ruang baca yang ramah perempuan, anak, dan keluarga sebagai bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. ***

Editor: YAN

• Baca juga: Lia Istifhama Apresiasi Kepemimpinan Tiat S Suwardi
May Day 2026, Lia Istifhama Ingatkan Ancaman Digitalisasi dan Pentingnya Perlindungan Buruh


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Senator Lia Istifhama: Ibu Adalah Sekolah Pertama, Literasi Dimulai dari Rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now