Banner Iklan

Sains Kurban Modern: Universitas Brawijaya Perkenalkan Teknologi Pengawetan Suhu Ruang yang Higienis dan Ramah Lingkungan

Admin JSN
24 Mei 2026 | 16.29 WIB Last Updated 2026-05-24T09:29:45Z
Dokumentasi Pemaparan Materi oleh Dr. Ir. Agus Susilo S. Pt.,


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Dalam rangkaian acara Workshop Manajemen Penanganan Ternak Kurban Holistik Angkatan Pertama, sebuah terobosan besar diperkenalkan oleh pakar peternakan Universitas Brawijaya, Dr. Agus Susilo, yang memaparkan teknik baru pengelolaan daging kurban menggunakan teknologi sterilisasi anaerob di suhu ruang. Melalui inovasi ini, Dr. Agus menekankan betapa pentingnya mengelola ibadah kurban secara profesional dengan melibatkan sentuhan teknologi modern agar pemanfaatan daging kurban dapat jauh lebih maksimal di masa depan. Daging kurban yang dikemas dengan sistem steril anaerob ini mampu bertahan hingga beberapa bulan tanpa rusak, sehingga potensinya sangat besar untuk dialokasikan pada program pencegahan stunting, pasokan logistik tanggap darurat bencana, hingga menjangkau lokasi-lokasi terisolasi yang minim akses pendingin.

Lebih lanjut, Dr. Agus menjelaskan prinsip dasar pengelolaan daging kurban yang ketat demi menjaga aspek higienitas sepanjang proses berlangsung. Langkah pertama dimulai dengan memisahkan area kotor dan area bersih secara tegas guna mencegah terjadinya kontaminasi silang bakteri. Selanjutnya, suhu ruangan selama proses pengolahan karkas mentah wajib dijaga agar tetap rendah di bawah lima belas derajat Celsius demi menekan laju pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Melengkapi rantai keamanan pangan tersebut, penggunaan wadah atau kemasan yang sesuai dengan standar kesehatan internasional menjadi hal wajib untuk melindungi produk daging dari risiko kontaminasi bahaya kimia.

Di samping pemanfaatan teknologi pengemasan, kesadaran kolektif umat Muslim dalam menjaga kelestarian alam juga menjadi sorotan utama dalam pemaparan materi. Dr. Agus mengingatkan para penyelenggara kurban mengenai kewajiban spiritual dan sosial untuk meminimalkan dampak buruk terhadap alam melalui pengelolaan limbah kurban yang berbasis kaidah ilmu pengetahuan. Upaya ramah lingkungan ini diwujudkan secara nyata melalui pemilihan material kemasan yang tidak hanya higienis tetapi juga mudah terurai, sehingga esensi ibadah kurban dapat berjalan selaras dengan konsep perlindungan bumi.

Langkah inovatif yang digagas oleh Universitas Brawijaya ini secara langsung mendukung pencapaian lima target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. Program ini berkontribusi pada pencapaian target tanpa kelaparan karena daging kurban kini memiliki masa simpan yang lebih lama sebagai bantuan pangan daerah terpencil, sekaligus mendukung kehidupan sehat dan sejahtera melalui jaminan keamanan pangan terstandarisasi. Selain itu, pengenalan sterilisasi anaerob ini mencerminkan penguatan di sektor industri, inovasi, dan infrastruktur pangan, yang berjalan beriringan dengan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab atas limbah, serta aksi nyata dalam penanganan perubahan iklim melalui praktik kurban rendah emisi.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sains Kurban Modern: Universitas Brawijaya Perkenalkan Teknologi Pengawetan Suhu Ruang yang Higienis dan Ramah Lingkungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now