Banner Iklan

Rektor UMM Jadikan Kurban Tonggak Gerakan Kesejahteraan Ekonomi, Lebih dari Sekadar Ibadah

Admin JSN
28 Mei 2026 | 15.23 WIB Last Updated 2026-05-28T08:25:39Z
Rektor UMM menjadikan kurban sebagai tonggak Gerakan Kesejahteraan Ekonomi—sosial, dan lebih dari sekadar ibadah—individual./dok.UMM

GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM - Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., memperhatikan tantangan pemulihan ekonomi dan kesenjangan sosial yang masih membayangi masyarakat saat ini di tengah momen memperingati Idul Adha 1447 Hijriah.

Situasi ini membuat Iduladha 2026, menurut Rektor Nazaruddin, harus dimaknai lebih dari sekadar ritual penyembelihan hewan tahunan.

Momentum ini merupakan panggilan fundamental untuk meneguhkan tauhid sekaligus membangun kepedulian sosial yang nyata guna menggerakkan kesejahteraan ekonomi umat secara komprehensif.

Penegasan nilai esensial tersebut menjadi sorotan utama yang digaungkan oleh Rektor Nazar, merujuk pada keteladanan abadi dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Menurutnya, keteladanan abadi yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail lahir dari totalitas pengabdian dan pengorbanan kepada Sang Pencipta. Syukur dan ketakwaan, hanya bisa diwujudkan secara utuh melalui integrasi antara kesalehan spiritual dan pengorbanan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Oleh sebab itu, Idul Adha harus membentuk pribadi yang rela memberi, bukan hanya pandai memiliki; rela berbagi, bukan hanya sibuk menumpuk," ungkap Nazar dalam rilis UMM Kamis (28/5).

Lebih jauh, ia membedah nilai kurban melalui kacamata Tauhid Rahmatiyah, sebuah perspektif di mana pengesaan Allah tidak boleh berhenti di atas sajadah atau mimbar masjid semata, melainkan harus menjelma menjadi energi sosial.

Ia menjelaskan, tauhid yang sejati harus memantulkan sifat kasih sayang Allah, sehingga mampu melahirkan kesejahteraan, menumbuhkan ekonomi peradaban, dan menebar kedamaian.

"Bahwa ukuran keberhasilan tauhid bukan hanya seberapa tepat rumusan akidah seseorang, tetapi apakah tauhid itu melahirkan rahmat sosial. Apakah manusia hidup lebih sejahtera," imbuhnya.

Penguatan etika sosial ini secara praktis tercermin dari bagaimana daging kurban dikelola dan didistribusikan. Jika dikelola secara profesional dan amanah, syariat kurban akan menjadi sarana pemerataan manfaat yang efektif sekaligus memberdayakan para peternak lokal.

Ia juga mengingatkan agar panitia proaktif memastikan distribusi menjangkau dua golongan. Yakni, mereka yang meminta maupun mereka yang kesulitan ekonomi namun menjaga kehormatannya dengan tidak meminta-minta.

"Dengan semangat ini, kurban menjadi pelajaran bahwa setiap nikmat harus dikelola dengan benar dan dibagikan dengan adil," sambungnya.

Semangat kerelaan berkorban dan berbagi ini tidak boleh meredup seiring berlalunya bulan Zulhijah. Ibadah kurban sejatinya adalah titik fondasi yang mendidik umat Islam untuk membiasakan kejujuran, kepedulian tanpa pamrih, penguatan ekonomi halal, dan pelayanan terhadap kaum duafa secara berkelanjutan.

Adapun pesan dan gagasan penggerak kesejahteraan tersebut disampaikan Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., ketika menjadi Khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di halaman Masjid Akbar Moed'har Arifin, Sedayu, Gresik, pada Rabu, 27 Mei 2026. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rektor UMM Jadikan Kurban Tonggak Gerakan Kesejahteraan Ekonomi, Lebih dari Sekadar Ibadah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now