Banner Iklan

Prof Fadil Dorong Pesantren Jadi Agen Perdamaian dan Pemberdayaan Masyarakat

Admin JSN
15 Mei 2026 | 20.04 WIB Last Updated 2026-05-15T13:14:47Z
Kuliah tamu di INSYAKA Jember menghadirkan dosen Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. H. Fadil SJ, M.Ag./dok. UIN Malang

JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM - Institut KH. Yazid Karimullah (INSYAKA) Jember, sebuah perguruan tinggi Islam yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain Sukowono, Jember, Jawa Timur, menggelar kuliah tamu bertema 'Menakar Masa Depan Pesantren: Integrasi Intelektual dan Keagungan Akhlak di Era Disrupsi'.

Kuliah tamu ini dihelat pada Jumat (15/5) di Auditorium KH. Yazid Karimullah, Pondok Pesantren Nurul Qarnain Baletbaru, Sukowono, Jember.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. H. Fadil SJ, M.Ag., dosen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan diikuti oleh seluruh mahasiswa INSYAKA Jember.

Sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, INSYAKA mengemban visi menjadi kampus cahaya peradaban yang berbasis pada nilai-nilai pesantren, berakhlak mulia, serta mengintegrasikan pengembangan keilmuan yang unggul dan berdaya saing.

Saat ini, INSYAKA memiliki sejumlah program studi, di antaranya Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Perbankan Syariah, serta Pendidikan Agama Islam.

Dalam pemaparannya, Prof. Fadil menjelaskan bahwa pesantren di era disrupsi teknologi menghadapi tantangan besar, yakni menjaga marwah tradisi dan akhlakul karimah sekaligus menjawab kebutuhan intelektual modern.

Menurutnya, masa depan pesantren tidak lagi hanya menjadi lembaga dakwah dan pendidikan agama semata, tetapi juga harus mampu bertransformasi menjadi pusat peradaban yang memadukan kedalaman spiritualitas dengan keunggulan ilmu pengetahuan.

"Sebagai institusi pendidikan tertua, pesantren kini berdiri di titik temu antara tradisi dan modernitas. Era disrupsi menuntut adaptasi cepat terhadap perubahan sosial, respons kreatif terhadap kemajuan teknologi, serta pembaruan identitas tanpa menggerus akar spiritual," ujar Prof. Fadil.

Ia juga menegaskan bahwa pesantren harus hadir sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat yang mampu menjawab berbagai persoalan nyata di tengah kehidupan sosial.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran, penanggulangan radikalisme dan degradasi moral, serta menjadi agen perdamaian dan dialog kebangsaan di tengah masyarakat yang semakin plural dan dinamis.

Selain itu, Prof. Fadil menyoroti perkembangan era digital yang menurutnya tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang besar bagi kemajuan pesantren.

Digitalisasi, kata dia, dapat memperluas jangkauan dakwah secara digital, memperkuat jaringan keilmuan antar-lembaga, sekaligus meningkatkan kualitas manajemen pendidikan pesantren agar lebih efektif, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Di era disrupsi, integritas karakter adalah mata uang paling berharga untuk menjaga harmoni sosial. Pesantren masa depan tidak lagi dipandang sebagai lembaga tradisional semata, melainkan pusat inovasi pendidikan yang melahirkan manusia berakhlak mulia dan berilmu maju," ungkapnya.

Prof. Fadil, dosen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menjadi pemateri kuliah tamu yang dihadiri mahasiswa INSYAKA Jember./dok. UIN Malang

Melalui kuliah tamu ini, INSYAKA Jember berharap mampu memperkuat wawasan keilmuan mahasiswa sekaligus meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan yang adaptif, humanis, dan relevan dengan perkembangan zaman. (Mif)

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Prof Fadil Dorong Pesantren Jadi Agen Perdamaian dan Pemberdayaan Masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now