Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Akademik, UIN Maliki Malang dan UNISMA Siapkan Penulisan Buku Hingga Konferensi Internasional
M. Kholilur Rohman
Last Updated
2026-05-21T08:38:34Z
Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Islam Malang gelar sharing session sekaligus rencana kolaborasi penulisan pada Kamis (21) di Pasca sarjana UIN Malang.
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik dan pengembangan budaya kolaborasi keilmuan antar perguruan tinggi Islam di Kota Malang. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus 2 Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan menjadi momentum strategis untuk membangun sinergi produktif dalam bidang penulisan karya akademik, publikasi ilmiah, serta penguatan kapasitas kelembagaan pascasarjana kedua institusi.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur yang dalam sambutannya menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, pimpinan perguruan tinggi, dosen, serta peserta yang hadir dalam forum akademik tersebut. Menurutnya, inisiasi kerja sama tersebut diawali melalui komunikasi dan sinergi antarprogram pascasarjana kedua universitas yang memiliki kesamaan visi dalam pengembangan tradisi akademik dan keilmuan Islam.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Prof. Abdul Hamid selaku Wakil Rektor IV UIN Maliki Malang. Dalam pengantarnya, beliau menyampaikan penghormatan kepada Wakil Rektor Bidang Akademik UNISMA serta kepada Prof. Masud Said selaku Direktur Pascasarjana UNISMA.
Prof. Abdul Hamid menjelaskan bahwa keinginan untuk membangun kerja sama sebenarnya telah lama menjadi perhatian pimpinan universitas, khususnya Rektor UIN Maliki Malang. Kerja sama tersebut dinilai memiliki landasan historis yang kuat karena kedua perguruan tinggi memiliki keterkaitan sejarah sejak masa pendirian IAIN Sunan Ampel cabang Malang pada periode awal perkembangan pendidikan tinggi Islam di wilayah Malang Raya.
Lebih lanjut, Prof. Abdul Hamid menyampaikan bahwa secara administratif dokumen Memorandum of Understanding (MoU) antar lembaga sebenarnya telah tersedia. Namun demikian, beliau menegaskan bahwa kerja sama yang baik tidak hanya dimulai dari aspek dokumentatif, melainkan dari implementasi nyata melalui kegiatan akademik bersama seperti sharing session ini. Pendekatan tersebut dinilai lebih substantif karena langsung menyentuh kebutuhan pengembangan keilmuan dan penguatan jejaring akademik antardosen maupun mahasiswa.
Dalam penjelasannya, Prof. Abdul Hamid juga menyoroti tantangan peningkatan jumlah mahasiswa baru yang setiap tahun terus bertambah, sementara kapasitas penerimaan di UIN Maliki Malang memiliki keterbatasan tertentu. Oleh sebab itu, kolaborasi antarperguruan tinggi dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Islam di Malang Raya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Islam Malang yang diawali dengan penyampaian penghormatan kepada pimpinan dan tuan rumah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang beserta seluruh peserta kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memperkenalkan para peserta dan delegasi dari UNISMA yang turut hadir mendampingi dalam forum akademik kolaboratif tersebut.
Lebih lanjut, beliau memaparkan perkembangan proses internasionalisasi akademik di lingkungan UNISMA yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan cukup signifikan, terutama dalam publikasi karya ilmiah internasional. Berbagai capaian tersebut diwujudkan melalui artikel yang diterbitkan pada jurnal internasional maupun publikasi dalam bentuk proceeding konferensi internasional. Menurut pandangannya, tuntutan terhadap publikasi ilmiah internasional pada saat ini semakin meningkat dan menjadi bagian penting dari penguatan reputasi kelembagaan perguruan tinggi.
Dalam konteks perkembangan studi keislaman global, beliau menjelaskan bahwa perhatian dunia Barat terhadap Islamic Studies semakin meningkat pasca peristiwa September 11 attacks yang berkaitan dengan pengeboman World Trade Center (WTC). Peristiwa tersebut dinilai menjadi salah satu momentum yang mendorong berkembangnya berbagai penelitian tentang Islam, masyarakat Muslim, dan dinamika sosial-keagamaan di tingkat internasional. Dari perkembangan tersebut, muncul beragam pendekatan penelitian yang banyak bergerak dalam ranah studi kualitatif, khususnya pada bidang humaniora dan studi Islam kontemporer.
Pada bagian akhir sambutannya, beliau mengusulkan adanya kerja sama penyelenggaraan konferensi internasional bersama antara UIN Maliki Malang dan UNISMA. Dalam gagasan tersebut, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat berperan sebagai host utama, sementara sejumlah perguruan tinggi mitra luar negeri dapat dilibatkan sebagai co-host untuk memperkuat jejaring akademik internasional. Menurut beliau, pelaksanaan konferensi internasional semacam ini memiliki arti strategis, baik bagi UNISMA maupun UIN Maliki Malang, terutama dalam mendukung kebutuhan luaran akademik berupa publikasi internasional yang saat ini menjadi salah satu tuntutan utama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi dan peningkatan daya saing institusi di tingkat global.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Prof. Masud selaku Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa sebenarnya kedua institusi, baik UIN Maliki Malang maupun Universitas Islam Malang, telah memiliki pengalaman dan jejaring kerja sama internasional yang cukup luas. Oleh karena itu, gagasan yang sebelumnya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNISMA terkait pelaksanaan konferensi internasional bersama dinilai sangat relevan dan realistis untuk segera direalisasikan sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik kedua perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menawarkan beberapa tema utama yang dipandang strategis dan memiliki relevansi tinggi dengan perkembangan kajian akademik kontemporer, yaitu: pertama, kajian tentang multikulturalisme; kedua, pendekatan transdisciplinary atau multidisciplinary approach dalam studi keilmuan; dan ketiga, Contemporary Studies in Islam sebagai respon terhadap dinamika dan perkembangan studi Islam mutakhir di tingkat global.
Beliau menekankan bahwa tema-tema tersebut sangat potensial dikembangkan menjadi karya akademik kolaboratif yang tidak hanya memperkuat budaya publikasi ilmiah, tetapi juga dapat menjadi representasi pemikiran akademik perguruan tinggi Islam dalam merespons tantangan sosial, budaya, dan intelektual kontemporer. Oleh sebab itu, Prof. Masud mengusulkan agar dalam pertemuan tersebut segera ditunjuk penanggung jawab atau koordinator dari masing-masing institusi guna mempercepat proses koordinasi, penyusunan konsep, serta pembagian tugas dalam pelaksanaan program kolaboratif tersebut.
Selain kerja sama penulisan buku, beliau juga menyampaikan harapan agar sinergi antar kedua perguruan tinggi dapat diperluas pada bidang penelitian berdampak (impactful research), terutama penelitian yang memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat, kebijakan publik, dan penguatan keilmuan Islam kontemporer. Menurut beliau, orientasi kerja sama akademik pada masa mendatang tidak cukup hanya menghasilkan luaran administratif atau publikasi formal, tetapi juga harus mampu memberikan dampak substantif bagi masyarakat dan pengembangan institusi.
Pada akhir sambutannya, Prof. Masud menyampaikan optimisme bahwa program penulisan buku bersama tersebut dapat direalisasikan dalam waktu yang relatif cepat. Beliau bahkan menargetkan bahwa proses penyusunan dan penyelesaian naskah buku dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua bulan apabila koordinasi dan pembagian tugas dilakukan secara efektif sejak awal pelaksanaan kerja sama.
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?