Banner Iklan

Peresmian Gedung Marsinah di Nganjuk Jadi Simbol Perjuangan Buruh dan Emansipasi Perempuan

Admin Cyber
17 Mei 2026 | 22.44 WIB Last Updated 2026-05-17T15:45:58Z

Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau dan memasuki Gedung Marsinah di Kabupaten Nganjuk menjadi momen bersejarah penuh makna.


NGANJUK | JATIMSATUNEWS.COM

Nganjuk – Suasana penuh haru, semangat perjuangan, dan kebanggaan menyelimuti peresmian Gedung Marsinah yang digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026, di kampung halaman almarhumah Marsinah, Kabupaten Nganjuk. Acara bersejarah tersebut dihadiri ribuan masyarakat, para buruh dari berbagai daerah, tokoh serikat pekerja, aktivis perempuan, hingga jajaran pemerintah pusat dan daerah.

Peresmian gedung yang menjadi simbol perjuangan hak-hak buruh itu berlangsung meriah dan penuh khidmat. Nama Marsinah sendiri telah dikenal luas sebagai sosok pejuang buruh perempuan yang gigih memperjuangkan keadilan bagi kaum pekerja di Indonesia. Kehadiran gedung tersebut diharapkan menjadi pengingat sejarah perjuangan sekaligus pusat edukasi bagi generasi muda.

Acara dimulai sejak pagi hari dengan penyambutan tamu undangan serta penampilan kesenian tradisional khas Jawa Timur. Ribuan anggota serikat pekerja tampak mengenakan atribut organisasi masing-masing sambil membawa spanduk bertuliskan semangat perjuangan dan penghormatan terhadap jasa Marsinah. Kehadiran para buruh dari berbagai daerah menjadikan momentum ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan solidaritas antarpekerja.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut hadir dalam acara tersebut dan menjadi tokoh utama yang meresmikan Gedung Marsinah. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa Marsinah merupakan simbol keberanian perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak dan keadilan sosial.

Menurut Presiden, pembangunan Gedung Marsinah bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi juga bentuk penghormatan negara terhadap sejarah perjuangan kaum buruh di Indonesia. Ia berharap gedung tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan pendidikan, diskusi ketenagakerjaan, pemberdayaan perempuan, hingga pengembangan keterampilan masyarakat sekitar.

“Nama Marsinah akan selalu hidup dalam sejarah bangsa Indonesia. Beliau adalah simbol perjuangan, keberanian, dan pengorbanan demi hak-hak pekerja,” ujar Presiden di hadapan ribuan peserta yang memadati lokasi acara.

Sorak tepuk tangan dan yel-yel perjuangan buruh menggema ketika Presiden secara simbolis menandatangani prasasti peresmian gedung. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam rangkaian kegiatan.

Selain dihadiri Presiden, acara tersebut juga dihadiri para pimpinan organisasi buruh nasional, tokoh perempuan, anggota DPR RI, kepala daerah, serta jajaran pengurus SPSI dan organisasi pekerja lainnya. Mereka menyampaikan bahwa perjuangan Marsinah harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai keadilan sosial tidak pernah hilang.

Gedung Marsinah sendiri dibangun dengan konsep modern namun tetap mempertahankan nuansa budaya lokal. Di dalamnya terdapat ruang pertemuan, aula kegiatan, galeri sejarah perjuangan Marsinah, perpustakaan, hingga fasilitas pelatihan keterampilan bagi masyarakat dan pekerja.

Masyarakat sekitar mengaku bangga karena kampung halaman Marsinah kini menjadi perhatian nasional. Banyak warga yang berharap keberadaan gedung tersebut dapat meningkatkan sektor ekonomi masyarakat melalui kunjungan tamu dan kegiatan nasional yang akan digelar di lokasi tersebut.

Tidak sedikit peserta yang tampak meneteskan air mata saat pemutaran video dokumenter perjalanan hidup Marsinah. Sosoknya dikenang sebagai perempuan sederhana yang memiliki keberanian luar biasa dalam menyuarakan aspirasi pekerja di tengah berbagai tekanan pada masanya.

Acara peresmian kemudian ditutup dengan doa bersama, pertunjukan seni budaya, dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan. Momentum tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan dan pengorbanan Marsinah tetap hidup di hati masyarakat Indonesia, khususnya kaum buruh yang terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka.

Peresmian Gedung Marsinah di Kabupaten Nganjuk diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat semangat perjuangan buruh Indonesia sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga nilai keadilan, kemanusiaan, dan persatuan bangsa.(Zul)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peresmian Gedung Marsinah di Nganjuk Jadi Simbol Perjuangan Buruh dan Emansipasi Perempuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now