![]() |
| Fakultas Bahasa dan Seni Unesa melaksanakan kegiatan PkM berupa pelatihan konten edukasi berbasis TikTok di SDN Bakungan, Banyuwangi./dok.Unesa |
BANYUWANGI | JATIMSATUNEWS.COM - Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pembuatan konten edukasi berbasis TikTok bagi guru-guru SDN Bakungan, Banyuwangi pada 11 Mei 2026.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Unesa FBS untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital secara kreatif dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan SDN Bakungan dan menyasar guru kelas 1 sampai 6. Tim pengabdian dari Unesa FBS hadir dengan enam tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan media digital, yaitu Laila Lupita Ardhiyanti, M.Pd.; Dr. Yoga Rifqi Azizan, M.Pd.; Dra. Trinil Dwi Turistianti, M.Pd.; serta Rahmi Rahmayanti, bersama dua anggota tim lainnya yang mendukung proses fasilitasi dan dokumentasi.
Seluruh rangkaian acara dipandu dan dimotori utama oleh Dr. Yoga Rifqi Azizan dan Laila Lupita Ardhiyanti, M.Pd.
Sesi pembukaan dimulai dengan sambutan kepala sekolah SDN Bakungan yang menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat membantu guru menyajikan materi ajar yang lebih menarik dan relevan dengan dunia digital anak-anak masa kini.
Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni Unesa juga memberikan dukungan melalui pernyataan resmi yang menekankan pentingnya literasi digital dan etika penggunaan media sosial dalam konteks pendidikan dasar.
Materi pelatihan dirancang komprehensif, meliputi pengenalan fitur TikTok yang berguna untuk pendidikan, teknik penulisan naskah pembelajaran singkat dan efektif, teknik pengambilan gambar serta penyuntingan video sederhana menggunakan aplikasi ponsel, pengemasan konten sesuai tingkatan kelas, serta aspek keselamatan digital dan hak cipta.
Fasilitator memberi contoh konkret dan langkah-langkah praktis sehingga peserta dapat mengikuti dengan mudah meski baru pertama kali menggunakan platform tersebut.
Selain penyampaian materi, sesi praktek menjadi bagian utama kegiatan. Guru-guru dibagi dalam kelompok berdasarkan tingkat kelas yang mereka ampu dan diminta merancang konsep video edukasi yang relevan dengan kurikulum mereka.
Setiap kelompok menghasilkan minimal satu konsep serta prototipe video pendek yang diuji coba langsung. Fasilitator memberi umpan balik teknis dan pedagogis agar konten tetap edukatif dan sesuai norma pendidikan.
Respons peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Beberapa guru menyatakan bahwa pelatihan membuka wawasan baru tentang cara menyederhanakan penyampaian materi, meningkatkan daya tarik pembelajaran, dan menjangkau siswa yang lebih peka terhadap media visual.
Diskusi antarpeserta juga menghasilkan ide-ide kolaboratif, seperti pembuatan kanal sekolah untuk mengarsipkan materi pembelajaran dan program 'Video Mingguan' yang bisa melibatkan siswa dalam proses kreatif.
![]() |
| Guru SDN Bakungan Banyuwangi mendapat pelatihan konten edukasi berbasis TikTok dari Unesa./dok.Unesa |
Sebagai tindak lanjut, tim FBS Unesa merencanakan pendampingan lanjutan berupa bimbingan teknis, workshop lanjutan untuk pengembangan naskah dan storytelling, serta penyusunan modul ringkas hasil pelatihan yang akan dibagikan kepada seluruh guru SDN Bakungan.
Selain itu, tim bersama pihak sekolah akan menyusun pedoman internal penggunaan media sosial untuk memastikan konten yang dibuat memenuhi standar keselamatan anak, hak cipta, dan nilai-nilai kebijakan sekolah.
Kegiatan PkM ini tidak hanya memperkuat hubungan kemitraan antara Unesa FBS dan SDN Bakungan, tetapi juga menegaskan peran universitas dalam mentransfer keahlian ke komunitas. Panitia berharap inisiatif ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di Banyuwangi dan wilayah sekitarnya, sehingga pemanfaatan platform digital dapat menjadi bagian efektif dari strategi pembelajaran di tingkat dasar. ***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?