Banner Iklan

Ning Lia Apresiasi Bank Mandiri Jatim, Dorong Akses Kredit UMKM Lebih Inklusif dan Berkelanjutan

Anis Hidayatie
07 Mei 2026 | 01.53 WIB Last Updated 2026-05-06T18:53:46Z



 Ning Lia Apresiasi Bank Mandiri Jatim, Dorong Akses Kredit UMKM Lebih Inklusif dan Berkelanjutan

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota DPD RI, Lia Istifhama, memberikan apresiasi terhadap komitmen Bank Mandiri Regional VIII Jawa Timur dalam mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke kantor Bank Mandiri di Surabaya, yang disambut langsung oleh jajaran manajemen regional.

Dalam pertemuan tersebut, Ning Lia—sapaan akrab Lia Istifhama—berdialog dengan Regional Chief Executive Officer (RCEO) Bank Mandiri Region VIII Jawa Timur, Muhammad Assidiq Iswara, bersama sejumlah pejabat lainnya, seperti Suyadi (RMCH), Hananto Pramujari, Suhariyanto (Government Head), dan Budi Kabullah (BSH).

Ning Lia menilai langkah Bank Mandiri dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM patut diapresiasi, terutama dalam memberikan dukungan kepada pelaku usaha pemula yang membutuhkan kredit dengan nominal kecil.

“Saya mengapresiasi langkah Bank Mandiri yang terus mendorong UMKM naik kelas, termasuk dukungan pembiayaan dengan nominal kecil yang selama ini menjadi kebutuhan pelaku usaha pemula,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM dalam mengakses kredit, terutama terkait sistem yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha yang kesulitan memperoleh pembiayaan akibat catatan kredit, bahkan pada kategori kolektibilitas rendah seperti kol 1 dan 2.

“Perlu ada solusi agar UMKM yang sebenarnya potensial tidak terhambat hanya karena kendala administratif. Edukasi dan pendampingan juga harus diperkuat. Kami berharap perbankan bisa mendorong UMKM untuk lebih mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Assidiq Iswara menjelaskan bahwa kebijakan terkait SLIK sepenuhnya mengacu pada regulator. Meski demikian, terdapat wacana bahwa pembiayaan di bawah Rp1 juta tidak akan dimasukkan dalam sistem SLIK, yang diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM, khususnya pemula.

Selain fokus pada pembiayaan, Bank Mandiri juga terus mengembangkan program Rumah BUMN sebagai pusat pemberdayaan UMKM. Program ini mencakup pelatihan, pembinaan, hingga fasilitasi ekspor bagi pelaku usaha yang ingin berkembang ke pasar global.

“Rumah BUMN menjadi wadah bagi UMKM untuk naik kelas, mulai dari usaha kecil hingga berorientasi ekspor. Kami juga memberikan akses pembiayaan bertahap, mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta, disertai pendampingan usaha,” jelas Assidiq.

Wilayah Jawa Timur menjadi salah satu fokus utama pengembangan program tersebut, mencakup kawasan Surabaya, Jember, hingga Malang. Bank Mandiri sendiri telah memiliki ratusan jaringan kantor cabang di wilayah ini guna memperluas jangkauan layanan keuangan kepada masyarakat.

Tak hanya itu, Bank Mandiri juga menggandeng lembaga penjamin seperti Askrindo untuk mendukung restrukturisasi kredit UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Assidiq berharap sinergi antara perbankan, regulator, dan pemerintah—termasuk DPD RI—dapat terus diperkuat guna menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

“Kami mendorong UMKM berkembang dengan modal karena kami memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kemandirian usaha yang berkelanjutan,” pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ning Lia Apresiasi Bank Mandiri Jatim, Dorong Akses Kredit UMKM Lebih Inklusif dan Berkelanjutan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now