PASURUAN, JATIMSATUNEWS.COM: Semangat syiar Islam dan penguatan nilai-nilai Ahlus Sunnah Wal Jamaah terus digelorakan oleh Majelis Pemuda Indonesia Bersholawat (MPIB) melalui program unggulannya, SORBAN WALI (Sholawatan, Rotiban, Wa Ta'lim). Program yang digelar secara rutin setiap Jumat Legi itu tidak hanya menjadi wadah dzikir dan majelis ilmu, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun peran kepemudaan di berbagai daerah.
Pada putaran ketujuh yang bertepatan dengan Jumat Legi, 29 Mei 2026, MPIB Sorban Wali menggelar rihlah atau wisata rohani ke kawasan lereng Bromo, tepatnya di Masjid Nurul Huda, Dusun Cemoro Gading, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan ini memiliki makna tersendiri karena berlangsung di wilayah etnis Suku Tengger yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.
Ratusan jamaah yang tergabung dalam Sorban Wali hadir untuk membumikan sholawat, memperkuat dzikir, serta menebarkan semangat persaudaraan dengan masyarakat dan pemuda Muslim setempat. Suasana hangat penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan yang menjadi bagian dari agenda blusukan masjid ke masjid tersebut.
Ketua DPP MPIB Sorban Wali, Ustadz Chojin, menjelaskan bahwa Sorban Wali bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan, melainkan gerakan dakwah yang memiliki tiga dimensi utama dan saling melengkapi.
"Yang pertama adalah Sholawatan sebagai substansi Majelis Sholawat, yang kedua Rotiban sebagai Majelis Dzikir, dan yang ketiga WALI atau Wa Ta'lim sebagai Majelis Ilmu. Ketiganya menjadi satu kesatuan dalam membangun spiritualitas umat," ujarnya.
Menurutnya, kondisi kehidupan saat ini menghadirkan berbagai tantangan yang kompleks, mulai dari dekadensi moral hingga menurunnya kualitas akhlak generasi muda. Karena itu, keberadaan majelis sholawat dinilai menjadi salah satu ikhtiar untuk menguatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Hari ini kita tengah dihadapkan pada persoalan kehidupan yang kompleks. Dekadensi moral dan rendahnya akhlak menjadi tantangan bersama. MPIB Sorban Wali hadir sebagai solusi kehidupan dan sarana menjemput pertolongan Allah. Ketika hati sudah basah dengan hidayah Allah, maka tidak ada yang berat dalam kehidupan ini. Seberat apa pun, Allah akan mudahkan dan ringankan," tutur Ustadz Chojin di hadapan jamaah.
Sementara itu, Takmir Masjid Nurul Huda yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah NU Ngadirejo, Ustadz Riyono, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai kehadiran jamaah Sorban Wali memberikan energi positif bagi masyarakat Muslim di kawasan Tengger serta menjadi motivasi dalam menghidupkan syiar Islam di daerah pegunungan.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar MPIB Sorban Wali yang telah hadir dan menyelenggarakan kegiatan ini di Ngadirejo. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi umat," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Khodimul Majlis MPIB Sorban Wali, Ustadz H. Brambara Ibnu Athoillah, menegaskan bahwa MPIB Sorban Wali merupakan majelis yang berhaluan Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan menjadi bagian dari gerakan dakwah Nahdlatul Ulama dalam memperkuat akidah umat.
Menurutnya, majelis yang telah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM serta mendapatkan dukungan para habaib dan ulama Nusantara itu terus berkomitmen menjaga tradisi keislaman yang moderat, ramah, dan menyejukkan.
"MPIB Sorban Wali adalah majelis yang berjalan dengan restu para habaib dan tokoh ulama Nusantara. Mari bersama-sama kita kuatkan barisan, kita kuatkan akidah sebagai benteng iman Islam. Dengan setetes perjuangan ini, semoga menjadi ikhtiar menggapai ridha Ilahi, meraih syafaat Nabi Muhammad SAW, dan mendapatkan secercah senyum Rasulullah," tuturnya.
Kegiatan Sorban Wali di lereng Tengger ini menjadi bukti bahwa syiar Islam dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai toleransi dan keharmonisan sosial. Di tengah keberagaman budaya dan keyakinan yang ada di kawasan Bromo, semangat persaudaraan, dakwah, dan penguatan akidah terus ditanamkan melalui pendekatan yang damai, santun, dan penuh kasih sayang.
Melalui program blusukan masjid ke masjid yang dilaksanakan setiap Jumat Legi, MPIB Sorban Wali berharap mampu melahirkan generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keumatan di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Alternatif Judul:
Syiar di Kaki Bromo, MPIB Sorban Wali Perkuat Ukhuwah dan Benteng Aswaja di Tengah Komunitas Tengger
Dari Masjid ke Masjid, MPIB Sorban Wali Tebar Sholawat dan Semangat Keislaman di Lereng Tengger
Menjemput Hidayah di Negeri Tengger, Sorban Wali MPIB Gaungkan Dakwah Aswaja dan Persaudaraan Umat
Rihlah Rohani ke Bromo, MPIB Sorban Wali Satukan Sholawat, Dzikir, dan Ilmu dalam Syiar Islam
Sorban Wali Putaran Ketujuh Tembus Lereng Bromo, Perkuat Akidah dan Ukhuwah Islamiyah



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?