Banner Iklan

Manasik Haji dan Makan Sate Kurban Warnai Kegiatan Tahunan PAUD Terpadu KHA Wahid Hasyim

Anis Hidayatie
31 Mei 2026 | 11.33 WIB Last Updated 2026-05-31T04:50:32Z

 

 Gambar: Anak Anak Paud Terpadu KHA Wahid Hasyim melakukan Kegiatan Manasik Haji

MALANG – Suasana penuh keceriaan dan semangat keagamaan mewarnai kegiatan tahunan Manasik Haji yang diselenggarakan oleh PAUD Terpadu KHA Wahid Hasyim pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik dengan antusias, didampingi para guru dan wali murid.

Kegiatan manasik haji ini menjadi bagian dari program pendidikan karakter dan pembelajaran keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Melalui simulasi ibadah haji, anak-anak diajak mengenal rukun Islam kelima sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Dengan mengenakan pakaian ihram mini dan busana muslim, para siswa mengikuti berbagai rangkaian manasik, mulai dari praktik tawaf, sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga lempar jumrah yang telah disesuaikan dengan usia anak-anak. Kegiatan berlangsung meriah namun tetap sarat nilai edukatif.

Kepala TK PAUD Terpadu KHA Wahid Hasyim, Muslichatul Chusnah, yang akrab disapa Bu Yayuk, mengatakan bahwa kegiatan manasik haji merupakan salah satu program unggulan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik.

“Kegiatan manasik haji ini merupakan program tahunan yang selalu kami laksanakan. Tujuannya agar anak-anak mengenal tata cara ibadah haji sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap ajaran Islam melalui praktik langsung yang menyenangkan,” ujar Bu Yayuk.

Menurutnya, pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini lebih mudah dipahami anak-anak dibandingkan hanya melalui teori di dalam kelas.

“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang berkesan. Anak-anak tidak hanya mendengar cerita tentang haji, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung sehingga nilai-nilai yang diajarkan lebih mudah tertanam,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian manasik, kegiatan dilanjutkan dengan acara makan sate bersama yang menjadi momen paling ditunggu oleh para siswa. Sate tersebut berasal dari dua hewan kurban yang telah dipersiapkan sebagai bagian dari pembelajaran makna Iduladha dan semangat berbagi.

Suasana kebersamaan tampak begitu hangat saat para siswa, guru, dan tenaga pendidik menikmati hidangan sate bersama di halaman sekolah. Gelak tawa dan keceriaan anak-anak semakin menambah semarak kegiatan tersebut.

Bu Yayuk menjelaskan bahwa kegiatan makan sate bersama tidak sekadar menjadi acara santap bersama, tetapi juga sarana mengenalkan nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan rasa syukur kepada anak-anak.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan makna kurban kepada anak-anak. Mereka belajar tentang berbagi, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Jadi bukan hanya makan bersama, tetapi ada nilai pendidikan karakter yang kami tanamkan,” jelasnya.

Para orang tua menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan bagi putra-putri mereka. Selain memperkenalkan tata cara ibadah haji, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan keluarga.

Dengan terselenggaranya kegiatan manasik haji dan makan sate bersama ini, PAUD Terpadu KHA Wahid Hasyim kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, dan nilai-nilai sosial keagamaan sejak usia dini.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Manasik Haji dan Makan Sate Kurban Warnai Kegiatan Tahunan PAUD Terpadu KHA Wahid Hasyim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now