MALANG | JATIMSATUNEWS: SMP Arrohmah Putra Boarding School sukses menggelar acara Awarding and Launching Antologi Karya Marvelous Generation yang berlangsung meriah dan penuh haru. Kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi para siswa kelas 9 angkatan 30 “Marvelous Generation” yang berhasil meluncurkan sejumlah buku antologi cerpen hasil karya mereka sendiri setelah melewati proses panjang dan penuh perjuangan.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sesi kilas balik perjalanan penulisan buku oleh perwakilan masing-masing kelas. Dalam suasana penuh emosional, para siswa menceritakan bagaimana proses melahirkan karya literasi tersebut tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari perjuangan di tengah padatnya aktivitas sekolah dan kehidupan boarding school.
Perwakilan kelas 9 Forsi, Isyad Raffi Risandi, menyampaikan bahwa buku antologi yang mereka luncurkan merupakan hasil perjuangan panjang yang penuh keterbatasan. Ia mengungkapkan bahwa para siswa harus membagi waktu antara pelajaran sekolah, disiplin pondok, hingga hafalan Al-Qur’an, sementara di sisi lain mereka tetap dituntut menulis karya sastra yang berkualitas.
“Buku tebal ini tidak lahir dari fasilitas yang mencukupi. Ada kalanya tulisan yang sudah panjang hilang karena laptop error atau lupa disimpan. Namun semua itu justru menjadi bagian dari perjuangan kami,” ungkapnya di hadapan para guru dan siswa.
Hal senada juga disampaikan perwakilan kelas 9 Elitra yang menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar kumpulan cerita biasa, melainkan monumen perjuangan santri selama menempuh pendidikan di pesantren. Mereka mengaku harus “mencuri waktu” di sela aktivitas sekolah demi menyelesaikan tulisan-tulisan yang kini resmi diterbitkan menjadi buku.
Tidak hanya fokus pada literasi, acara tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada siswa-siswa berprestasi, khususnya dalam bidang bahasa Inggris dan penelitian IPA. Salah satu penghargaan yang paling menyita perhatian adalah pengumuman nilai tertinggi UKK TOEFL yang disebut sebagai salah satu pencapaian terbaik selama pelaksanaan program tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Arrahmah Putra Boarding School, Syarif Hidayatullah, menyampaikan rasa bangga atas lahirnya karya-karya literasi dari para santri. Menurutnya, tidak semua siswa SMP mampu menyelesaikan pendidikan dengan meninggalkan karya nyata berupa buku yang memuat nama dan tulisan mereka sendiri.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa para siswa mampu berkembang tidak hanya dalam aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga dalam dunia literasi dan public speaking.
“Orang tua mana yang tidak bangga ketika menerima rapor anaknya disertai sebuah buku karya yang di dalamnya tertulis nama anak mereka sendiri,” ujarnya penuh haru.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dunia dapat berubah melalui karya tulis dan pemikiran para penulis besar. Karena itu, budaya literasi harus terus ditanamkan sejak dini kepada para siswa. Ia bahkan berharap 10 hingga 20 tahun mendatang para siswa Marvelous Generation dapat menjadi penulis-penulis besar yang karyanya dikenal luas hingga tingkat nasional maupun internasional.
Acara launching juga mendapat apresiasi dari perwakilan Dinas Perpustakaan Kota Malang, Anis Hidayatie. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat atas terbitnya delapan buku karya siswa SMP Arrahmah dan membuka kesempatan bagi sekolah untuk menjadikan karya-karya tersebut sebagai koleksi resmi Perpustakaan Kota Malang.
“Nanti bukunya akan menjadi koleksi di Perpustakaan Kota Malang. Kami sangat terbuka dan berharap para siswa juga bisa berkunjung serta mengenal dunia literasi lebih luas,” ujarnya.
Kemeriahan acara semakin terasa ketika dilakukan prosesi resmi launching buku antologi karya angkatan 30 Marvelous Generation yang disambut tepuk tangan seluruh peserta. Momen tersebut menjadi simbol lahirnya generasi santri yang tidak hanya kuat dalam pendidikan agama dan disiplin pesantren, tetapi juga mampu menghasilkan karya literasi yang membanggakan.
Selain launching buku, kegiatan juga menghadirkan sesi motivasi dan literasi bersama jurnalis sekaligus humorolog, Baihaqi Katmi. Dalam pemaparannya, ia mengapresiasi semangat para siswa dan menyebut “Marvelous Generation” sebagai generasi yang luar biasa dan menakjubkan sesuai makna dari kata Marvelous itu sendiri.
Kegiatan tersebut menjadi penutup manis perjalanan siswa kelas 9 SMP Arrahmah Putra Boarding School sebelum kelulusan. Di tengah padatnya aktivitas pesantren, mereka berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan meninggalkan jejak literasi yang akan terus dikenang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?