Banner Iklan

Komisi IV DPRD Pasuruan Dorong Pemuda Mandiri Lewat Skill dan Ekonomi Digital

Anis Hidayatie
26 Mei 2026 | 09.52 WIB Last Updated 2026-05-26T02:57:30Z

 

Komisi IV DPRD Pasuruan Dorong Pemuda Mandiri Lewat Skill dan Ekonomi Digital

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan generasi muda melalui forum “Jawara (Jagongan Wakil Rakyat)” yang kali ini mengangkat tema “Kekuatan Pemuda Sebagai Perubahan Pendidikan Kabupaten Pasuruan”.

Diskusi yang berlangsung hangat di kawasan pegunungan tersebut menghadirkan tiga anggota dewan dari lintas fraksi, yakni Zakaria, Helmi Sudiono Fauzan atau akrab disapa Mbak Mimi, serta Najib Setiawan.

Dalam forum tersebut, Komisi IV menyoroti masih tingginya angka pengangguran terdidik di Kabupaten Pasuruan. Menurut para legislator, persoalan utama bukan sekadar minimnya lapangan pekerjaan, melainkan ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dengan kebutuhan riil dunia kerja.

Najib Setiawan menegaskan bahwa pemuda saat ini harus berani keluar dari pola lama yang hanya menunggu arahan. Menurutnya, generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah perubahan daerah.

“Pemuda jangan hanya menjadi sasaran nasihat. Mereka harus mulai berani memberi arah dan ikut menentukan masa depan daerah,” tegas Najib.

Hal senada disampaikan Zakaria. Ia menilai paradigma pendidikan harus mulai bergeser dari sekadar mengejar ijazah menuju penguatan keterampilan atau skill yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.

“Pekerjaan paling nyaman adalah pekerjaan yang sesuai dengan skill masing-masing. Pemerintah sebenarnya sudah menyediakan banyak pelatihan seperti perbengkelan, tata rias hingga kuliner. Tapi pelatihan saja tidak cukup jika tidak dibarengi akses permodalan,” ujarnya.

Karena itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan terus mendorong sinergi antara dinas terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian agar program pelatihan benar-benar mampu melahirkan pelaku usaha baru.

Tidak hanya berbicara soal pekerjaan formal, forum “Jawara” juga membuka wawasan pemuda terhadap peluang besar di sektor pertanian modern dan ekonomi digital. Pemuda didorong untuk mulai memanfaatkan teknologi seperti drone pertanian, budidaya modern, hingga pemasaran digital berbasis media sosial.

Helmi Sudiono Fauzan menilai kemampuan digital saat ini menjadi modal penting bagi generasi muda untuk memperkenalkan potensi daerah, termasuk wisata dan produk UMKM lokal.

“Anak muda Pasuruan harus bisa menjadi kreator digital yang mengenalkan potensi daerahnya hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Salah satu gagasan menarik yang mencuat dalam diskusi tersebut adalah wacana menghadirkan diaspora asal Pasuruan yang telah sukses di berbagai bidang untuk berdialog langsung dengan generasi muda lokal.

Menurut Najib Setiawan, langkah tersebut penting untuk membangun mental kompetitif pemuda Pasuruan agar lebih percaya diri dalam bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kalau anak-anak muda melihat langsung bahwa banyak putra daerah Pasuruan sukses di luar sana, tentu itu bisa menjadi motivasi besar,” katanya.

Sebagai penutup, Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada pengembangan kreativitas dan prestasi pemuda. Pemerintah daerah juga didorong untuk memberikan penghargaan nyata bagi pemuda berprestasi tanpa proses birokrasi yang rumit.

Melalui forum “Jawara”, Komisi IV berharap lahir generasi muda Pasuruan yang mandiri, kreatif, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah di masa depan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Komisi IV DPRD Pasuruan Dorong Pemuda Mandiri Lewat Skill dan Ekonomi Digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now