Muhammad Rusna menyampaikan rilis kinerja APBN data sampai dengan April 2026.
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kepala KPPN Malang Muhammad Rusna menyampaikan rilis kinerja APBN data sampai dengan April 2026. Rilis APBN ini dilaksanakan bersamaan dengan Kegiatan Penganugerahan Penghargaan Satker
Berkinerja Terbaik Lingkup KPPN Malang (PRISMA) Triwulan I Tahun 2026 yang merupakan agenda bulanan dalam rangka menyebarluaskan informasi mengenai kinerja APBN khususnya di wilayah kerja KPPN Malang yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan, Selasa 12 Mei 2026.
Pada awal paparan, Muhammad Rusna menjelaskan terkait kinerja pelaksanaan APBN di wilayah kerja KPPN Malang pada 5 Kabupaten/Kota sampai dengan 30 April 2026 realisasi pendapatan mencapai Rp40,95 Triliun mengalami pertumbuhan sebesar 9,99% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (y-o-y).
Capaian pendapatan ditopang oleh penerimaan perpajakan yang terdiri dari Pajak penghasilan sebesar Rp2,53 Triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 4,43% (y-o-y). Pajak Pertambahan Nilai mencapai Rp3,45 Triliun atau tumbuh 22,74% (y-o-y).
Sedangkan penerimaan Cukai menyumbang Rp31,65 Triliun naik sebesar 4,57% (y-o-y). PNBP lainnya telah terealisasi sebesar Rp149,34 Miliar atau 51,56% dari target ditetapkan dan mengalami pertumbuhan sebesar 2,78% bila dibandingkan tahun sebelumnya.
Belanja Negara s.d 30 April 2026 telah terealisasi sebesar 36,11% (Rp4,53 Triliun), mengalami penurunan sebesar 6,08% (yoy). Si sisi lain kinerja Belanja Pemerintah Pusat mengalami pertumbuhan sebesar 10,59% (yoy).
Kinerja Belanja Pemerintah Pusat ditopang oleh komponen Belanja Pegawai yang terealisasi sebesar 37,27% dan Belanja Barang yang terealisasi sebesar 23,93%, dan Belanja Modal yang terealisasi sebesar 11,48%.
Kinerja Belanja Transfer ke Daerah (TKD) s.d 30 April 2026 sebesar Rp2,64 Triliun atau 40,08% yang ditopang oleh kinerja realisasi Dana Alokasi Umum yang mencapai Rp1,67 Triliun atau 41,67% dari alokasi pagu, serta kinerja Dana Transfer Khusus sebesar Rp703,80 Miliar atau 39,97% dari alokasi pagu TA 2026.
Sedangkan Dana Desa terealisasi mencapai Rp125,02 Miliar atau sekitar 47,77% dari alokasi. Dalam rangka pengendalian inflasi melalui program 4K, terdapat belanja pemerintah pusat di wilayah Malang Raya dan Pasuruan yang mendukung program kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan komunikasi efektif dengan total pagu sebesar Rp140,97 Miliar.
Sampai dengan 30 April 2026 telah terealisasi sebesar Rp24,09 Miliar (17,09%). Diperlukan peran serta pemerintah daerah pada di wilayah Malang Raya dan Pasuruan untuk mendorong OPD pengampu DAK Fisik dalam rangka percepatan pemenuhan dokumen syarat salur serta memperhatikan batas akhir penyaluran DAK Fisik dan
Dana Desa di akhir tahun anggaran 2026.
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pelaksanaan anggaran pada satuan kerja, KPPN Malang menyelenggarakan PRISMA (Penghargaan Satker Berkinerja Terbaik lingkup KPPN Malang) setiap triwulannya. Berdasarkan hasil penilaian kinerja Triwulan I Tahun 2026, diperoleh satker dengan peringkat tiga terbaik untuk 6 kategori sebagai berikut :
1. Kategori Satker Badan Layanan Umum Terbaik
I. POLITEKNIK NEGERI MALANG
II. RUMKIT TK.II SOEPRAOEN KESDAM V/BRW
III. POLITEKNIK KESEHATAN MALANG
2. Kategori Satker Terbaik dengan Pagu > 150 Milyar
I. DIVIF 2/VIRA CAKTI YUDHA
II. KESDAM V/BRW
III. KOREM-083/BDJ DAM V/BRW
3. Kategori Satker Terbaik dengan Pagu 70 s.d 150 Milyar
I. POLRES MALANG
II. POLRES PASURUAN
III. POLRES MALANG KOTA
4. Kategori Satker Terbaik dengan Pagu 10 s.d 70 Milyar
I. POLRES BATU
II. POLRES PASURUAN KOTA
III. KANTOR PERTANAHAN KOTA MALANG
5. Kategori Satker Terbaik dengan Pagu < 10 Milyar
I. BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PASURUAN
II. BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA MALANG
III. BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN MALANG
6. Kategori Satker dengan Digitalisasi Pembayaran Terbaik
I. BALAI PERAKITAN DAN PENGUJIAN TANAMAN PEMANIS DAN SERAT
II. KANTOR WILAYAH DJP JAWA TIMUR III
III. MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI KOTA BATU
Diharapkan dengan diselenggarakannya PRISMA ini dapat memacu dan memberikan semangat kepada satuan kerja dalam pengelolaan APBN. Ans




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?