Banner Iklan

Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Puslatda Proyeksi PON, Kabupaten Malang Diharapkan Kembali Sumbang Atlet Terbaiknya

Admin JSN
17 Mei 2026 | 13.26 WIB Last Updated 2026-05-17T06:26:17Z
Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026 digelar, Kabupaten Malang diharapkan kembali mengirim atlet terbaiknya untuk proyeksi PON./dok. Istimewa

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 resmi digelar pada 18–21 Mei 2026 di GOR Gelora Pancasila.

Ajang yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Timur tersebut menjadi momentum strategis dalam penjaringan atlet untuk kebutuhan Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) sebagai proyeksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Kejurprov tahun ini tidak sekadar menjadi arena kompetisi antarpesilat daerah, melainkan ruang pembuktian kualitas pembinaan atlet di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur.

Setiap pertandingan dipandang sebagai bagian dari proses regenerasi atlet pencak silat Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai salah satu barometer kekuatan nasional.

Sekretaris IPSI Kabupaten Malang, Chusnul Chowatim, menegaskan bahwa Kejurprov menjadi kesempatan penting bagi atlet Kabupaten Malang untuk menunjukkan kapasitas terbaik mereka di level provinsi.

Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki tradisi panjang dalam melahirkan atlet pencak silat potensial yang mampu bersaing di level Jawa Timur maupun nasional. Karena itu, pihaknya berharap kontingen IPSI Kabupaten Malang mampu kembali menyumbangkan atlet terbaik untuk memperkuat tim Jawa Timur di berbagai ajang besar mendatang.

"Harapan kami, atlet-atlet Kabupaten Malang dapat meneruskan jejak para pendahulunya yang telah lama menjadi bagian penting kekuatan Jawa Timur," ujar Chusnul pada Minggu (17/5).

Nama Suhud Indratno menjadi salah satu sosok yang disebut sebagai representasi keberhasilan pembinaan atlet pencak silat Kabupaten Malang.

Selama bertahun-tahun, Suhud dikenal konsisten memperkuat tim Jawa Timur di berbagai event olahraga bergengsi. Meski kini telah pensiun sebagai atlet, ia dinilai tetap eksis dalam jalur kepelatihan dan pembinaan atlet muda, khususnya di Kabupaten Malang.

Di balik target besar tersebut, IPSI Kabupaten Malang menurunkan tim pelatih yang berasal dari berbagai perguruan pencak silat besar. Mereka adalah Zulfikar Ubaidillah Riky dari PSHT, Eko Hendri Wicaksomo dari Perisai Diri, serta Ahmad Bashori dari Pagar Nusa.

Sementara itu, atlet yang mewakili IPSI Kabupaten Malang dalam Kejurprov Jatim 2026 terdiri atas Krisna Aldi Pradana dari Pagar Nusa, M Irfan Pranata dari Tapak Suci, M Aldi Saputro dari Pagar Nusa, Azriel Arafi Putra dari PSHT, Yoga Evan Saputra dari PSHT, Sefti Tri Wahyuni dari Pagar Nusa, dan Viona Eltavia Vitriyanti dari PSHT.

Kehadiran atlet-atlet muda lintas perguruan tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan pencak silat di Kabupaten Malang tidak lagi bergerak dalam sekat-sekat identitas organisasi, melainkan menuju semangat kolektif demi prestasi daerah.

Kemudian, Kejurprov juga menjadi refleksi bahwa pencak silat bukan hanya olahraga prestasi, tetapi bagian dari warisan budaya yang membentuk karakter, disiplin, dan mentalitas generasi muda. Dalam gelanggang pertandingan, yang dipertaruhkan bukan sekadar medali, melainkan kehormatan proses panjang latihan, pengorbanan, dan kesinambungan tradisi pembinaan.

Di tengah ketatnya persaingan menuju level nasional, Jawa Timur kembali diuji untuk mempertahankan reputasinya sebagai salah satu lumbung atlet pencak silat Indonesia. Dan bagi Kabupaten Malang, Kejurprov 2026 bukan hanya soal bertanding, tetapi tentang menjaga estafet kejayaan yang telah diwariskan para pendahulu. (Rof)

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Puslatda Proyeksi PON, Kabupaten Malang Diharapkan Kembali Sumbang Atlet Terbaiknya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now