![]() |
| Sigap dan respons cepat ditunjukkan petugas gabungan BPBD Kota Pasuruan bersama TNI, Polri, relawan, dan perangkat wilayah saat banjir melanda sejumlah titik di Pasuruan.(Foto:Dok,Tfk). |
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM
PASURUAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Intensitas hujan yang tinggi selama kurang lebih enam jam mengakibatkan debit air Sungai Welang dan Sungai Wrati meluap hingga masuk ke permukiman warga dan jalan raya.
Banjir dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1 meter. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, tepatnya di Kelurahan Karangketug. Di lokasi tersebut, air menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter.
Sementara di wilayah Kabupaten Pasuruan, banjir juga melanda Kecamatan Kraton, terutama di Desa Tambakrejo. Warga setempat mengaku air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB dan terus meningkat hingga dini hari. Banyak perabot rumah tangga terendam dan aktivitas warga terganggu akibat genangan yang belum surut.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan di jalur Pantura Pasuruan. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Probolinggo maupun sebaliknya mengalami kemacetan cukup panjang. Pengendara diminta berhati-hati karena beberapa titik jalan tertutup genangan air.
Warga terdampak banjir tampak berjibaku menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Sebagian warga juga saling membantu menyediakan makanan dan kebutuhan logistik sederhana karena dapur rumah mereka sudah terendam air.
“Air datang cukup cepat setelah hujan deras. Awalnya selokan penuh, lalu sungai meluap dan masuk ke rumah,” ujar salah satu warga terdampak banjir.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan perangkat desa mulai melakukan pemantauan di sejumlah titik banjir. Mereka juga membantu evakuasi warga lanjut usia serta melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi genangan.
Banjir yang kembali melanda Pasuruan ini menambah daftar bencana serupa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, sejumlah wilayah seperti Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, hingga Pohjentrek juga sempat diterjang banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Warga juga diminta segera melapor kepada petugas apabila kondisi air terus meningkat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.(DM)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?