“Ngopi SAM” Fakultas STEM UB Hadirkan Prof. Agus Suryanto, Guru Besar Departemen Matematika UB, serta Drs. Sunarno, Direktur PT Samudra Embun Anugerah
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas STEM Universitas Brawijaya terus memperkuat branding keilmuan sains modern melalui forum diskusi santai bertajuk “Let’s Talk Ngopi SAM (Ngobrol dan Ngopi Santai Bersama Media)” yang digelar secara hybrid di Ruang Talenta Gedung MP Lantai 1, Kamis (21/5/2026).
Forum yang menghadirkan Prof. Agus Suryanto, Guru Besar Departemen Matematika UB, serta Drs. Sunarno, Direktur PT Samudra Embun Anugerah ini menjadi wadah untuk membuka perspektif baru masyarakat mengenai prospek lulusan sains dan matematika di era digital serta kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi Fakultas MIPA menuju Fakultas STEM yang kini mulai fokus memperkenalkan wajah baru pendidikan sains yang lebih aplikatif, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan industri.
Kegiatan tersebut menghadirkan Guru Besar Departemen Matematika UB, Prof. Agus Suryanto, bersama alumni Kimia UB angkatan 1988 sekaligus Direktur PT Samudra Embun Anugrah, Drs. Sunarno atau yang akrab disapa Cak Sunarno.
Forum diskusi santai ini menjadi bagian dari upaya Fakultas STEM UB dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap ilmu-ilmu sains murni yang selama ini kerap dianggap sulit dan terbatas hanya pada profesi guru.
Dalam paparannya, Prof. Agus menegaskan bahwa matematika saat ini memiliki peran sangat penting dalam perkembangan teknologi modern, termasuk artificial intelligence (AI), data science, statistika, aktuaria, hingga informatika.
“AI itu dibangun oleh matematika. Semua berangkat dari algoritma dan proses berpikir yang sistematis. Jadi matematika tidak akan tergantikan oleh AI, justru matematika yang memajukan AI,” ujar Prof. Agus.
Menurutnya, perkembangan teknologi justru semakin memperluas kebutuhan terhadap lulusan matematika dan sains. Sebab, kemampuan utama yang dibangun dalam ilmu matematika bukan hanya soal berhitung, melainkan pola pikir analitis, logis, sistematis, dan teliti dalam menyelesaikan persoalan.
“Anak matematika itu dilatih berpikir terstruktur dan teliti. Itu yang membuat mereka cepat beradaptasi di berbagai bidang pekerjaan,” jelasnya.
Prof. Agus menyebut, lulusan matematika UB saat ini banyak bekerja di berbagai sektor strategis, mulai dari perbankan, industri teknologi informasi, lembaga pemerintahan, perusahaan asuransi, aktuaria, hingga dunia penelitian dan pengembangan industri.
Ia juga membagikan pengalamannya dalam bidang pemodelan matematika yang diaplikasikan dalam berbagai persoalan nyata. Mulai dari pemodelan gelombang air untuk kebutuhan industri dan hidrodinamika, pengendalian hama pertanian, hingga analisis penyebaran penyakit saat pandemi Covid-19.
“Salah satu contoh penerapan matematika adalah pemodelan populasi dan penyebaran penyakit saat Covid-19. Dari situ bisa diprediksi perkembangan penularan dan strategi pengendaliannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Cak Sunarno yang kini sukses memimpin PT Samudra Embun Anugrah menilai ilmu dasar yang dipelajari di bangku kuliah sangat membantu dalam dunia usaha dan industri.
Menurutnya, lulusan sains memiliki kemampuan problem solving dan adaptasi yang kuat sehingga mampu berkembang di berbagai sektor pekerjaan maupun bisnis.
Kegiatan “Ngobrol dan Ngopi Santai Bersama Media” ini sekaligus menjadi sarana Fakultas STEM UB untuk memperkenalkan transformasi wajah pendidikan sains modern kepada masyarakat.
Melalui forum tersebut, Fakultas STEM UB berharap calon mahasiswa tidak lagi memandang matematika dan ilmu sains hanya identik dengan profesi guru, melainkan sebagai bidang strategis yang memiliki prospek luas di era teknologi dan industri modern. ANS



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?