Banner Iklan

Dosen UMM Bangun Kesadaran Ekologi Sejak Dini, Lahirkan Riset Melatih Siswa SD Kelola Sampah

Admin JSN
23 Mei 2026 | 16.03 WIB Last Updated 2026-05-23T09:04:14Z
Dosen UMM, Beti Istanti Suwandayani membangun kesadaran ekologi sejak dini dengan melibatkan siswa SD dalam risetnya./dok. UMM

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Dosen UMM, Beti Istanti Suwandayani melahirkan riset yang melibatkan siswa SD untuk berlatih mengelola sampah sejak dini.

Riset ini dibuat Dosen Beti sebagai upaya untuk membangun kesadaran ekologi masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang, sejak dini.

Riset ini juga menjadi salah satu respons akademisi UMM terhadap ancaman krisis iklim dan darurat penumpukan sampah di Kabupaten Malang yang kemudian menuntut solusi berbasis riset yang komprehensif.

Menjawab tantangan tersebut, Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Beti Istanti Suwandayani, S.Pd., M.Pd., memimpin riset edukasi ekologi yang menyasar siswa Sekolah Dasar (SD).

Riset ini pun sukses menyisihkan ribuan proposal dalam ajang pendanaan bergengsi tingkat nasional pada program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) yang diselenggarakan dan diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Penelitian ini bermula dari analisis tajam Beti terhadap kondisi kelestarian lingkungan dan minimnya literasi ekologi pada anak usia dini.

Ia menyoroti bagaimana volume sampah yang terus melonjak setiap tahun di Kabupaten Malang ternyata berbanding terbalik dengan penerapan edukasi sistematis di bangku sekolah dasar, sehingga menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat.

"Sekarang ini produksi sampah di Kabupaten Malang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara edukasi pengolahan sampah yang sistematis di sekolah dasar masih sangat minim. Karena itu, melalui riset ini, kami ingin memulai dari pendidikan dasar agar menjadi pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Beti dalam rilis UMM, Sabtu (23/5).

Pada desain penelitiannya, Beti tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng tim lintas disiplin dari program studi Matematika, Teknik Mesin, hingga Biologi.

Riset ini mengaplikasikan metode living lab, sebuah pendekatan saintifik yang tidak sekadar berfokus pada pemahaman teoretis, tetapi memfasilitasi siswa mempraktikkan langsung proses memilah, mendaur ulang, hingga mengolah sampah menjadi produk bermanfaat.

Menurut Beti, inovasi metode riset ini merupakan wujud nyata langkah mitigasi krisis ekologi di sektor pendidikan.

"Harapan kami, penelitian ini bisa berdampak jangka panjang untuk mengarahkan dan juga memberikan kontribusi nyata terhadap mitigasi climate change yang memang menjadi fokus kita bersama," imbuhnya.

Penelitian berskala besar yang turut melibatkan mahasiswa ini akan dijalankan selama satu tahun melalui delapan tahapan komprehensif, mulai dari analisis awal, pembuatan purwarupa, hingga diseminasi hasil.

Bersama dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Majelis Dikdasmen Kabupaten Malang, riset ini melibatkan tiga SD Muhammadiyah di Kepanjen, Karangploso, dan Tumpang sebagai pilot project.

Capaian lolos pendanaan yang diraih tim peneliti UMM ini juga menjadi bukti kualitas riset di tengah seleksi yang sangat kompetitif.

"Persaingan dalam program pendanaan ini sangat ketat, dari total 8.951 akun pendaftar, hanya 122 program yang dinyatakan lolos. Kami berharap luaran riset ini mampu meningkatkan keterampilan pengolahan sampah siswa secara terukur dan secara efektif membantu sekolah menekan timbunan sampah ke TPA," beber Beti.

Riset ini juga menegaskan posisi UMM sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam kajian teoretis, tetapi juga adaptif merumuskan produk penelitian untuk merespons isu global.

Ke depannya, model penelitian pendidikan lingkungan berbasis living lab ini diharapkan Kampus Putih dapat direplikasi oleh berbagai institusi lain, guna mencetak generasi masa depan yang tanggap secara ekologis dan terbiasa dengan gaya hidup berkelanjutan. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen UMM Bangun Kesadaran Ekologi Sejak Dini, Lahirkan Riset Melatih Siswa SD Kelola Sampah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now