![]() |
| Sesi foto bersama keluarga menjadi momen paling haru usai pelantikan dan penyumpahan prajurit muda TNI AL Angkatan XLVI/I Tahun 2026 di Juanda Sidoarjo.(foto:Dok,SA). |
SIDOARJO | JATIMSATUNEWS.COM
Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Lapangan Candra Dimuka Puslatdiksarmil TNI AL Juanda Sidoarjo, Rabu (13/5/2026). Ribuan keluarga memadati lokasi pelantikan dan penyumpahan siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) serta Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Laut Angkatan XLVI/I Tahun 2026.
Dalam upacara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut, sebanyak 760 siswa Dikmaba dan 430 siswa Dikmata resmi dilantik dan disumpah menjadi bagian dari prajurit TNI Angkatan Laut.
Sejak dini hari, para orang tua dan wali siswa sudah mulai berdatangan ke lokasi acara. Bahkan, sebagian keluarga diketahui telah tiba di Juanda sejak tiga hari sebelumnya demi memastikan dapat menyaksikan langsung momen bersejarah putra-putra mereka.
Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua, hingga berbagai daerah luar Pulau Jawa. Perjalanan panjang dan pengorbanan keluarga menjadi saksi betapa besar harapan yang dititipkan kepada para siswa yang kini resmi menyandang status prajurit TNI AL.
Di antara ratusan siswa yang dilantik, terdapat sosok pemuda asal Pasuruan bernama A. Zainurokhman Arifin yang kisah perjuangannya menyentuh hati banyak orang.
Pemuda yang merupakan alumni SMP Bhinneka Tunggal Ika Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari tahun 2022 itu sejak kecil memang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI. Setelah lulus SMP, dirinya sebenarnya ingin melanjutkan pendidikan ke SMK Penerbangan di Surabaya.
Namun karena keterbatasan informasi keluarga mengenai wilayah Surabaya, orang tua dan keluarga akhirnya menyarankan agar dirinya melanjutkan pendidikan ke SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang.
Keputusan tersebut ternyata menjadi awal perjalanan besar dalam membentuk karakter dan masa depannya. Lingkungan sekolah dengan disiplin tinggi, tata tertib ketat, serta dukungan tenaga pengajar yang banyak berasal dari TNI AU Abdulrahman Saleh membuat Zainurokhman tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Di tengah perjalanan pendidikannya, cobaan berat datang menghampiri. Sang ibunda tercinta yang selama ini menjadi sosok paling semangat mendampingi dan mendukung perjuangannya harus meninggal dunia karena sakit.
Kepergian sang ibu menjadi pukulan berat dalam hidupnya. Namun cita-cita yang diinginkan ibundanya agar dirinya menjadi anak disiplin dan sukses menjadi anggota TNI justru membuat semangat belajar dan perjuangannya semakin kuat.
Dengan kondisi keluarga yang sederhana, di mana kakak pertamanya belum menyelesaikan kuliah S1, kakak kedua baru bersiap masuk perguruan tinggi, sementara dua adiknya masih duduk di bangku MI dan SD, Zainurokhman memilih tetap fokus mengejar cita-cita demi membahagiakan keluarga.
Perjalanan hidupnya semakin berkesan ketika dirinya mendapat kesempatan menjalani PSG atau praktik kerja lapangan di wilayah Jawa Timur dan ditempatkan di Puslatdiksarmil TNI AL Juanda Sidoarjo.
Tempat yang awalnya hanya menjadi lokasi praktik lapangan saat sekolah itu ternyata menjadi titik awal perjalanan menuju dunia militer yang sesungguhnya.
Setelah lulus dari SMK Penerbangan Angkasa Singosari Malang pada tahun 2025, Zainurokhman langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi TNI AL di wilayah Malang.
Persiapannya dilakukan dengan sangat serius dan disiplin. Ia rutin menjalani latihan lari pagi dan sore, latihan fisik, serta renang dua kali dalam seminggu. Bahkan demi meningkatkan kemampuan fisiknya, ia membeli berbagai peralatan olahraga sederhana dan membuat sendiri alat latihan dari besi pipa yang dirakit serta dilas untuk melatih kekuatan tangan sekaligus membantu meningkatkan postur tubuh.
Tidak hanya itu, ia juga mengikuti bimbingan belajar setiap malam mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB demi mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahapan seleksi TNI AL.
Perjuangan panjang dan penuh pengorbanan itu akhirnya membuahkan hasil. Pada pendaftaran ketiganya, Zainurokhman berhasil lolos hingga tahapan tes daerah dan tes pusat TNI AL.
Hal yang paling mengharukan adalah tempat yang dahulu menjadi lokasi PSG saat dirinya masih menjadi siswa SMK kini justru menjadi tempat pendidikan militernya sebagai calon prajurit TNI AL.
Bahkan untuk pendidikan penjurusan berikutnya, dirinya kembali ditempatkan di Puslatdiksarmil Juanda Sidoarjo, tempat yang kini memiliki arti mendalam dalam perjalanan hidupnya.
Keberhasilan Zainurokhman Arifin menjadi inspirasi bahwa kerja keras, ketekunan, doa, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan seseorang meraih cita-cita meskipun harus menghadapi berbagai ujian hidup.
Momentum pelantikan dan penyumpahan siswa TNI AL Angkatan XLVI/I Tahun 2026 ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga para siswa, namun juga menjadi simbol lahirnya generasi muda Indonesia yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh disiplin, loyalitas, dan semangat juang tinggi.(SA)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?