Banner Iklan

Dampak Positif SMAN 1 Pandaan Pertahankan Ujian Berbasis Paper, Jalur PTN Undangan Naik Signifikan

Admin JSN
17 Mei 2026 | 18.31 WIB Last Updated 2026-05-17T11:31:37Z
SMAN 1 Pandaan Pasuruan mempertahankan metode ujian konvensional di tengah digitalisasi pendidikan, terbukti dapat meningkatkan penerimaan PTN jalur undangan./dok. Istimewa

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM - SMAN 1 Pandaan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas akademik siswa melalui pelaksanaan ujian berbasis paper atau kertas.

Pihak sekolah tentu menyadari bahwa saat ini sedang terjadi tren digitalisasi pendidikan, namun SMAN 1 Pandaan tetap mempertahankan sistem ujian konvensional.

Menurut mereka, ujian konvensional ini lebih efektif dalam melatih kemampuan analisis dan karakter belajar siswa.

Wakil Kepala Kurikulum SMAN 1 Pandaan, Muhammad Ardiansyah, mengatakan bahwa selama dua tahun terakhir sekolah kembali menggunakan sistem paper based test dalam ujian akhir.

"Kalau ujian akhir mungkin sudah dua tahun ini kita kembali lagi ke paper based. Karena kalau digital memang lebih cepat dan efektif, tetapi kalau paper anak-anak lebih terlatih berpikir analisis," ungkapnya melalui rilis resmi, Minggu (17/5).

Menurut Ardiansyah, ujian berbasis digital memang memiliki berbagai teknik penilaian yang praktis seperti pilihan ganda, benar-salah, hingga menjodohkan. Namun, sistem paper dianggap lebih mampu mengasah kemampuan berpikir mendalam siswa.

"Kalau paper ini anak sudah berpikir habis, bagaimana belajar untuk analisis. Jadi tergantung sudut pandangnya," imbuhnya.

Kemudian, sistem pemeringkatan di sekolah menurutnya juga tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan sekolah lain karena setiap institusi memiliki instrumen penilaian berbeda. Maka, pemetaan prestasi dilakukan berdasarkan kelompok mata pelajaran di internal sekolah.

"Kalau dibandingkan dengan sekolah lain tentu tidak bisa, karena instrumen yang dibuat berbeda. Jadi kami membandingkan berdasarkan kelompok mapel dan satu kelas saja," lanjutnya.

Keputusan mempertahankan ujian berbasis paper ternyata berdampak positif terhadap capaian siswa di perguruan tinggi negeri. Tahun lalu, jumlah siswa yang diterima melalui jalur undangan PTN mencapai sekitar 41 siswa. Tahun ini jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 50 siswa.

"Sekarang sudah sekitar 52 sampai 53 siswa yang diterima jalur undangan PTN. Ada peningkatan sekitar 10 persen," beber Ardian.

Ia menjelaskan, sekolah memiliki sistem pemetaan internal untuk menentukan siswa terbaik yang diusulkan dalam jalur undangan perguruan tinggi negeri.

Sekolah menetapkan sekitar 40 persen siswa terbaik berdasarkan ranking kelompok mata pelajaran dari masing-masing jurusan IPA maupun IPS.

"Setiap jurusan diambil 40 persen berdasarkan kelompok mapelnya. Dari awal sampai akhir rata-rata grafiknya naik," jelasnya.

Tidak hanya fokus pada akademik, SMAN 1 Pandaan juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter siswa. Menurut Ardian, kualitas input siswa yang baik harus diimbangi dengan proses pembinaan yang tepat agar menghasilkan output berkualitas.

"Sekarang dengan sistem zonasi hampir semuanya sama. Tinggal bagaimana sekolah mengolah karakter dan kemampuan anak-anak," sambungnya.

Terkait kelulusan, ia optimistis seluruh siswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik karena sekolah telah memiliki sistem verifikasi dan pembinaan yang ketat sejak awal.

"Kalau tidak lulus kayaknya tidak mungkin. Karena sekolah punya verifikasi sendiri dan proses pembinaan sejak awal," tegasnya.

Ujian konvensional masih diterapkan SMAN 1 Pandaan Pasuruan./dok. Istimewa

Selain itu, sekolah juga memberikan pendampingan khusus bagi siswa yang akan menghadapi UTBK. Pendampingan dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga luar maupun bimbingan yang diberikan langsung oleh guru.

"Persiapan UTBK tetap ada, termasuk bimbingan belajar untuk siswa yang ingin melanjutkan ke PTN," ucapnya lagi.

Menjelang ujian dan UTBK, Ardian berpesan agar siswa mampu mengatur waktu belajar dengan baik sesuai karakter masing-masing.

"Cara belajar anak itu berbeda-beda. Ada yang sehari langsung paham, ada yang harus dicicil. Jadi siswa harus memahami ritme belajarnya sendiri," tandas Ardian. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dampak Positif SMAN 1 Pandaan Pertahankan Ujian Berbasis Paper, Jalur PTN Undangan Naik Signifikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now