Banner Iklan

Dampak Positif MBG Menurut Siswa MTsN 6 Pasuruan: Dari Asupan Gizi hingga Punya Tabungan

Admin JSN
23 Mei 2026 | 17.48 WIB Last Updated 2026-05-23T10:48:41Z
Siswa MTsN 6 Pasuruan mengungkapkan dampak positif dari program MBG, dari asupan gizi hingga stimulus belajar menabung./dokumentasi sekolah

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM - Sejak Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan pemerintah RI dari kawasan ibu kota Jakarta hingga penjuru daerah termasuk di Pasuruan, Jawa Timur.

Walau terdapat banyak pro dan kontra, masih ada sisi positif yang didapat dari program MBG. Hal ini turut diungkap oleh siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Pasuruan yang merasakan langsung pelaksanaan MBG di madrasahnya.

Menurut siswa pertama yang ditanyakan tentang dampak MBG, ia mengatakan bahwa MBG sangat membantu terutama kepada siswa MTsN 6 Pasuruan untuk merasakan makanan enak dan gratis.

"Menu yang didapatkan di antaranya sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu. Itu semua enak dan bergizi," ungkap siswa tersebut dalam rilis yang diterima, Sabtu (23/5).

Kemudian, siswa kedua menyebut program MBG tidak hanya berdampak positif kepada pelajar tapi juga masyarakat yang mendapat penghasilan dari kerja sama dengan program ini. Ada orang-orang yang juga direkrut—oleh SPPG—untuk mendapat pekerjaan.

Lalu, siswa ketiga yang bernama Arif menyebut keberadaan MBG dapat mendukung para petani dengan hasil pertaniannya yang diserap ke dalam program ini.

Dilanjut dengan siswa keempat bernama Asyifa yang mengatakan dampak positif yang paling terasa dari MBG adalah memberi tambahan asupan gizi kepada siswa yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Menariknya, keberadaan MBG juga dapat memengaruhi perilaku konsumtif siswa yang semula boros terhadap uang sakunya, kini menjadi bisa berhemat dan belajar menabung.

"Salah satu dampak positif dari MBG adalah siswa dan siswi dapat menyisihkan uang sakunya dari yang semula sering habis digunakan untuk konsumsi di kantin, kini uang jajannya dapat ditabung setelah ada MBG," ujar siswa kelima.

Lima siswa MTsN 6 Pasuruan mengungkap dampak positif program MBG dari yang dirasakan pelajar hingga masyarakat./dok.sekolah

Adapun MBG menjadi salah satu program utama Presiden RI Prabowo Subianto yang terpilih dalam Pemilu 2024.

Program ini turut melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). SPPG merupakan unit pelaksana yang bertugas memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi.

SPPG juga beroperasi sebagai pusat infrastruktur dapur modern untuk mendukung program MBG yang dikelola BGN.

Menurut Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, fungsi utama SPPG adalah memproduksi dan mendistribusikan makanan yang higienis, bernutrisi, dan seimbang bagi berbagai kelompok seperti siswa, balita, ibu hamil, dan menyusui.

Kemudian, SPPG dapat melakukan pemberdayaan ekonomi lokal dengan menyerap sebagian besar bahan baku seperti hasil panen, ternak, dan ikan dari petani dan nelayan setempat, serta melibatkan UMKM.

Struktur di dalam SPPG juga terdapat pegawai dan pengelola dengan jabatan inti teknis yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Struktur ini meliputi Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan.

Lalu, standar operasional dapur SPPG dibangun dengan standar keamanan pangan yang tinggi, mencakup fasilitas higienis seperti lantai epoksi, sistem tata udara yang baik, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menurut Pemkot dan Pemkab Pasuruan, Program MBG masuk ke wilayah Pasuruan Raya secara bertahap. Pada 17 Februari 2025, MBG masuk Kabupaten Pasuruan dengan peresmian SPPG di Desa Sumbergedang Pandaan yang kemudian melayani ribuan siswa dari jenjang TK hingga SMA.

Lalu, pada 7 Januari 2026 Kota Pasuruan telah mendirikan SPPG ke-14 usai peresmian dapur MBG di Jalan Gajah Mada. ***

Penulis: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dampak Positif MBG Menurut Siswa MTsN 6 Pasuruan: Dari Asupan Gizi hingga Punya Tabungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now