![]() |
| Dokumentasi Foto Bersama Angkatan Pertama |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Brawijaya (UB) resmi mencetak sejarah baru dalam penataan ibadah kurban di Indonesia melalui pembentukan angkatan pertama kader juru kelola kurban yang kompeten. Upaya pionir ini diwujudkan lewat keberhasilan penyelenggaraan "Workshop Manajemen Penanganan Ternak Kurban Holistik" Angkatan Pertama yang digelar di Ruang Utama Masjid Raden Patah UB pada Sabtu (23/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai respons konkret kampus dalam mengedukasi masyarakat sekaligus menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) menjelang Hari Raya Idul Adha.
Kehadiran angkatan perdana ini lahir dari sebuah kolaborasi nyata lintas disiplin ilmu di internal kampus. Kegiatan ini diinisiasi bersama oleh Takmir Masjid Raden Patah, Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan, serta Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Sinergi ini sengaja dirancang untuk menjembatani konsep teoretis akademis, ilmu sains peternakan, dan kedokteran hewan, dengan implementasi praktis di lapangan demi kemaslahatan umat, khususnya bagi takmir masjid dan panitia kurban di wilayah Malang Raya.
Rektorat Universitas Brawijaya, yang diwakili oleh Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE., M.Si., Ak. Selaku Wakil Rektor Bidang Riset Dan Inovasi memberikan dukungan penuh terhadap program monumental ini. Untuk memastikan angkatan pertama ini mendapatkan bekal pengetahuan yang matang, workshop didesain khusus secara komprehensif dari hulu ke hilir dengan menghadirkan deretan pakar, akademisi, dan praktisi kelas atas. Di antara para pemateri yang turun langsung adalah M. Kholid Mawardi, S.Sos., M.AB., Ph.D.; Ratno Bagus Edy Wibowo, S.Si., M.Si., Ph.D.; Dr. Sugeng Santoso, S.Pd., M.Pd.; Dr. Ir. Agus Susilo, S.Pt., MP., ASEAN Eng.; drh. Widi Nugroho, Ph.D.; Ir. Wike Andre Septian, S.Pt., M.Si.; Ust. Ahmad Winardi, Lc., M.; serta Imam Fauji, S. ThI., dari DPW Juru Sembelih Halal (Juleha) Jawa Timur.
![]() |
| Foto Bersama Angkatan Pertama di Basement MRP UB |
Sebagai angkatan pelopor, para peserta dibekali materi yang tidak hanya berfokus pada proses penyembelihan semata, melainkan mencakup seluruh ekosistem kurban. Edukasi dimulai dari manajemen kesejahteraan hewan sebelum disembelih, penanganan saat pemotongan, hingga pengelolaan limbah pasca-ibadah kurban. Seluruh kurikulum pelatihan untuk angkatan pertama ini dirangkum ke dalam konsep holistik yang berpijak pada lima pilar utama:
Syar'iyah: Menjamin seluruh proses pemilihan, penyembelihan, hingga pembagian daging kurban memenuhi syariat Islam yang sah.
Profesional: Membekali para juru sembelih dan panitia kurban dengan keterampilan teknis yang terstandarisasi demi kelancaran proses di lapangan.
Teknologis (Technological): Memanfaatkan inovasi dan pendekatan teknologi tepat guna untuk efisiensi manajemen data kurban maupun distribusi.
Berkelanjutan (Sustainable): Memastikan pola penanganan kurban memberikan dampak positif jangka panjang bagi peternak lokal dan ketahanan pangan masyarakat.
Berwawasan Lingkungan (Speaking Environmentally): Menekankan pentingnya menjaga sanitasi tempat pemotongan dan pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Penyelenggaraan workshop yang melahirkan angkatan pertama ini dinilai sangat krusial dalam mengubah paradigma pengelolaan kurban konvensional menjadi lebih modern. Keterlibatan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan serta Fakultas Kedokteran Hewan UB memastikan bahwa aspek sains, kesehatan hewan, dan keamanan pangan dikupas secara tuntas oleh para ahlinya, sementara Takmir Masjid Raden Patah UB bertindak sebagai motor penggerak di masyarakat.
Melalui pengukuhan angkatan pertama ini, Universitas Brawijaya berkomitmen untuk terus melahirkan para pelaksana kurban yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran penuh terhadap aspek higienitas dan kelestarian lingkungan. Langkah awal dari Angkatan Pertama ini diharapkan dapat menjadi role model (percontohan) di tingkat nasional dalam pelaksanaan ibadah kurban yang modern, bersih, ilmiah, dan tetap khidmat sesuai tuntunan agama.


.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?