![]() |
| Infografis oleh ChatGPT |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Pemerintah terus memperkuat transparansi dan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meluncurkan aplikasi Reviu MBG. Kehadiran aplikasi ini menjadi bukti keterbukaan pemerintah terhadap pengawasan publik, sekaligus melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti guru dan kader Posyandu untuk memastikan kualitas makanan anak tetap terjaga.
Melalui aplikasi tersebut, pengawasan program MBG kini dilakukan lebih terbuka dan partisipatif. Guru di sekolah serta kader Posyandu dapat memberikan laporan maupun evaluasi terkait kualitas makanan, kebersihan, ketepatan distribusi hingga kondisi gizi siswa penerima manfaat.
Program MBG sendiri mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk dari lingkungan pendidikan di Kota Malang. Kepala SDN Bareng 5 Kota Malang, Puji Astuti, menyebut program ini sangat membantu siswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
“Program MBG sangat kami apresiasi, khususnya di sekolah kami yang sebagian besar peserta didiknya berasal dari keluarga kurang mampu dalam perekonomian. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi harian siswa, tetapi juga membantu meringankan beban orang tua siswa dalam memenuhi kebutuhan makan anak selama di sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, manfaat program tersebut mulai terlihat dalam aktivitas belajar siswa sehari-hari. Ia menilai MBG memberi dampak positif terhadap semangat belajar maupun kehadiran siswa di sekolah.
“Kami merasakan MBG memberi dampak positif. Siswa menjadi lebih bersemangat masuk sekolah, tingkat konsentrasi meningkat, kehadiran siswa lebih stabil,” tambahnya.
Ia berharap program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan dengan pengelolaan yang semakin optimal, baik dari sisi kualitas menu, distribusi maupun sistem pengawasan.
“Kami berharap program MBG dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pengelolaan yang optimal, baik dari segi kualitas menu, ketepatan sasaran, sistem distribusi, maupun sistem pengawasannya, sehingga kebermanfaatan program ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat khususnya keluarga kurang mampu,” harapnya.
Program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bareng Kota Malang selama ini diketahui telah menjangkau 16 sekolah penerima manfaat. Kepala SPPG Bareng, Rofi’u Rahmananda, menyampaikan bahwa hingga kini pelaksanaan program berjalan lancar dan mendapat respons positif dari siswa maupun sekolah.
“Jumlah sekolah penerima manfaat total 16, dan alhamdulillah tidak ada yang mengembalikan. Artinya program ini berjalan dengan baik dan kualitas makanan diterima dengan baik oleh siswa,” jelasnya.
SPPG Bareng yang berlokasi di Jalan Ir. Rais Kota Malang juga menjalin kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Selorejo, Kecamatan Dau, untuk memasok bahan pangan langsung dari petani lokal. Sistem farm-to-table tersebut dinilai mampu menjaga kualitas bahan makanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Chef Gizi SPPG Bareng, Wahyu Siswo Putra Adi, menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan edukasi kepada siswa terkait pola makan sehat dan pentingnya konsumsi sayur.
“Persoalan utama anak-anak biasanya tidak suka sayur. Maka kami melakukan edukasi dan mengombinasikan menu dengan susu UHT maupun pasteurisasi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi,” terangnya.
Sementara itu, Ketua KDMP Selorejo Dau, Deki Mahar Lesmana, mengatakan kerja sama distribusi bahan pangan dengan SPPG Bareng berjalan lancar sejak Januari 2026.
“Untuk pengiriman sayur sekitar 100 kilogram, sedangkan buah antara 1.550 hingga lebih dari 2.000 buah, tergantung kebutuhan harian SPPG. Pengiriman biasanya satu hingga dua kali dalam seminggu,” ujarnya.
Dengan hadirnya aplikasi Reviu MBG, pengawasan program kini diharapkan semakin akuntabel dan transparan. Keterlibatan guru dan kader Posyandu menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas gizi, keamanan makanan, serta keberlanjutan program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu. ***



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?