![]() |
| Dokumentasi Pemaparan Materi oleh drh. Widi Nugroho, Ph.D., |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Dalam rangka menyambut pelaksanaan ibadah kurban yang aman, sehat, dan sesuai dengan syariat Islam, Universitas Brawijaya mengambil langkah nyata dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan menggelar "Workshop Manajemen Penanganan Ternak Kurban Holistik" Angkatan Pertama. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan secara berlapis. Pakar dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, drh. Widi Nugroho, Ph.D., memaparkan bahwa jaminan kualitas daging kurban harus ditopang oleh pemeriksaan sebelum penyembelihan atau ante mortem, serta pemeriksaan setelah penyembelihan atau post mortem. Pemeriksaan ante mortem mutlak dilakukan untuk memastikan hewan berada dalam kondisi fisik yang sehat, telah cukup umur, tidak mengalami cacat, dan sama sekali tidak menunjukkan gejala penyakit menular.
Selanjutnya, proses tidak berhenti sampai di sana karena panitia juga wajib melakukan pemeriksaan post mortem atau setelah hewan disembelih. Pemeriksaan tahap kedua ini bertujuan untuk menguji kelayakan daging serta organ dalam hewan guna memastikan semuanya aman dikonsumsi dan bebas dari kelainan fisik maupun infeksi penyakit yang berpotensi membahayakan kesehatan publik. Melalui paparan ilmiahnya, Dokter Widi Nugroho memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit zoonosis, yaitu jenis penyakit berbahaya pada hewan yang memiliki kemampuan untuk menular langsung kepada manusia.
Oleh sebab itu, pemilihan ternak kurban di tengah masyarakat harus dilakukan secara cermat dan tidak boleh sembarangan. Setiap panitia dan shohibul kurban harus memastikan hewan yang dipilih benar-benar sehat secara klinis, telah memenuhi ketentuan umur sesuai syariat, serta bebas dari kekurangan ataupun abnormalitas fisik yang bisa menggugurkan keabsahan ibadah maupun memengaruhi kelayakan konsumsi. Melalui edukasi intensif di dalam workshop ini, penyelenggara berharap ada peningkatan pemahaman yang signifikan di masyarakat mengenai tata kelola kurban yang higienis, sehat, serta senantiasa berorientasi pada kesejahteraan hewan dan keselamatan kesehatan publik.
Komitmen Universitas Brawijaya dalam mengawal tradisi tahunan ini ternyata juga berjalan selaras dengan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals yang dicanangkan secara global. Kegiatan workshop kolaboratif ini berkontribusi langsung pada pencapaian target kehidupan sehat dan sejahtera demi mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang prima. Selain itu, edukasi ini mendukung terwujudnya pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui penyediaan pangan asal hewan yang aman, sekaligus menjadi bukti nyata dari keberhasilan pilar kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui sinergi antara akademisi dan pengelola tempat ibadah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?