Banner Iklan

UMM Antarkan Mahasiswa Berkursi Roda Lulus dengan Deretan Prestasi, Bukti Nyata Kampus Inklusif

Admin JSN
25 April 2026 | 22.12 WIB Last Updated 2026-04-25T15:12:43Z
Ahmad Ali Akbar, wisudawan Psikologi yang mendapatkan akses pendidikan inklusif di Universitas Muhammadiyah Malang./dok. UMM

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Muhammadiyah Malang membuktikan sebagai perguruan tinggi inklusif usai mengantarkan mahasiswa berkursi roda lulus dengan deretan prestasi.

Ini mengimplementasikan bahwa pendidikan tinggi yang bermutu adalah hak semua orang, tak terkecuali bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Komitmen untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang setara dan inklusif ini dibuktikan secara nyata oleh UMM.

Melalui penyediaan infrastruktur ramah disabilitas dan budaya akademik yang suportif, Kampus Putih sukses mengantarkan Akhmad Ali Akbar, mahasiswa pengguna kursi roda dari Program Studi Psikologi, menyelesaikan masa studinya dengan deretan prestasi gemilang.

Pria yang akrab disapa Akbar ini merasakan betul komitmen UMM dalam menyediakan lingkungan kampus yang ramah disabilitas. Dukungan tersebut ia rasakan sejak hari pertama berstatus sebagai mahasiswa.

Keberadaan infrastruktur yang memadai, seperti akses khusus jalur kursi roda di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 hingga kemudahan mobilitas di berbagai fasilitas praktikum, membuatnya leluasa bergerak. Baginya, kenyamanan aksesibilitas fisik adalah kunci utama yang melancarkan rutinitas perkuliahannya selama empat tahun terakhir.

"Sedari awal hingga kelulusan, UMM benar-benar membantu dan mendukung sehingga saya tidak merasa berat menjalani setiap proses perkuliahan meski dengan keterbatasan fisik," ungkap Akbar dalam rilis UMM, Sabtu (25/4).

Ia menegaskan, kemudahan tersebut murni sebatas pada aspek fasilitas penunjang mobilitas. Dalam urusan akademik, Akbar tidak mendapatkan perlakuan khusus atau keistimewaan.

Ia harus melewati standar evaluasi, beban tugas, dan ujian yang sama ketatnya dengan rekan sebaya. Prinsip kesetaraan inilah yang memacu semangatnya untuk bersaing secara sehat dan membuktikan kualitas diri secara objektif di dalam ruang kelas.

Selain di bidang akademik, kapasitas kepemimpinan Akbar juga terasah tajam. Kampus memberikannya panggung yang sama untuk berkontribusi secara nyata. Akbar tercatat pernah mengemban amanah sebagai eksekutif muda di Kementerian Luar Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas periode 2023-2024.

Puncaknya, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Pelaksana Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Fakultas Psikologi 2024. Di bawah arahannya bersama tim, rangkaian acara tersebut sukses menyabet juara tiga sebagai Pesmaba terbaik tingkat universitas.

"UMM sudah siap menjadi kampus inklusif dan pastinya akan selalu mendukung teman-teman disabilitas untuk menempuh perkuliahan dengan lancar, bagaimanapun caranya," imbuhnya.

Kiprah Akbar tidak berhenti di lingkungan kampus saja. Ia juga mendedikasikan dirinya pada kegiatan sosial kemasyarakatan dengan bergabung di komunitas Turun Tangan Malang.

Ia mengawali langkahnya sebagai staf Hubungan Masyarakat (Humas) pada periode 2022-2023, kinerjanya yang cemerlang mengantarkannya pada posisi Ketua Umum di periode berikutnya.

Perjalanan memimpin organisasi diakuinya penuh dinamika dan lika-liku. Namun, pasang surut tersebut justru meneguhkan tekadnya untuk terus mencari pengalaman berharga.

Pada akhir masa studinya, Akbar memberikan pesan bagi seluruh pejuang mimpi, baik yang memiliki keterbatasan fisik maupun tidak. Ia percaya bahwa setiap doa dan kerja keras akan membuahkan hasil manis pada waktunya.

"Jangan pernah berhenti berharap, berdoa, dan bermimpi karena sejatinya mimpi-mimpi itu akan terwujud di masa yang akan datang," tegasnya. ***

Editor: YAN

Baca juga: Pakar UMM Bongkar Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UMM Antarkan Mahasiswa Berkursi Roda Lulus dengan Deretan Prestasi, Bukti Nyata Kampus Inklusif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now