Banner Iklan

UIN Malang Gelar Diskusi Dosen Fakultas Syariah, Bahas Tata Kelola Lingkungan Berbasis Nilai Al-Qur’an

Admin JSN
27 April 2026 | 20.27 WIB Last Updated 2026-04-27T13:27:22Z
Puluhan dosen Fakultas Syariah berdiskusi di ruang rapat Fakultas Syariah UIN Malang, Senin (27/4)./dok. Istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Puluhan dosen Fakultas Syariah mengikuti diskusi ilmiah yang digelar di ruang rapat Fakultas Syariah UIN Malang, Senin (27/4). Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Khoirul Anam, Lc., M.H dosen prodi Ilmu Al Qur’an dan Hadis (IAT) sebagai pembicara utama.

Dalam forum tersebut, ia memaparkan hasil penelitian berjudul 'Transformasi Nilai-nilai Ekoteologis Al-Qur’an dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah Berkelanjutan di Indonesia: Studi di Pemerintahan Probolinggo dan Blitar'.

Penelitian ini dilakukan bersama Dr.H.Khoirul Anam, Lc.,M.H, Abd. Kodir, M.H, H. Aunur Rofiq, Lc., M.Ag, dan Toni Gunawan.

Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai eko-teologis Al-Qur’an dalam kebijakan pemerintah daerah, terutama untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan seperti perubahan iklim, kerusakan ekosistem, polusi, hingga pengelolaan limbah yang belum optimal.

Sejak otonomi daerah diberlakukan pada 2001, pemerintah daerah dituntut menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan perlindungan lingkungan. Namun, implementasi regulasi dinilai masih lemah, baik dari sisi penegakan hukum, partisipasi publik, maupun integrasi nilai agama.

Khoirul Anam menegaskan bahwa konsep manusia sebagai khalifah di bumi menjadi landasan penting dalam memperkuat tanggung jawab moral pemerintah dan masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan edukasi publik, kolaborasi lintas sektor, serta investasi pada teknologi berkelanjutan.

Studi di Kota Probolinggo dan Kota Blitar menunjukkan bahwa program seperti pengelolaan sampah, pendidikan lingkungan berbasis agama, dan pengomposan mampu mendorong tata kelola lingkungan yang lebih efektif, meski masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya dan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. Dr. Sudirman, M.A, menyampaikan bahwa diskusi rutin dosen merupakan bagian dari komitmen akademik dalam menopang tridarma perguruan tinggi.

"Forum Munadharah Ilmiah ini menjadi sarana diseminasi hasil penelitian sekaligus ruang lahirnya ide-ide baru melalui diskusi yang produktif," ujarnya.

Ia berharap ke depan para dosen semakin terpacu untuk melaksanakan penelitian secara profesional dan mempresentasikan hasilnya secara terbuka agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat atau riset berdampak.

"Kampus harus hadir memberikan kontribusi nyata dalam menjawab problematika sosial yang terus berkembang dan membutuhkan solusi cepat dan tepat," pungkasnya. (Mif)

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UIN Malang Gelar Diskusi Dosen Fakultas Syariah, Bahas Tata Kelola Lingkungan Berbasis Nilai Al-Qur’an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now