PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM
Pasuruan – Suasana tenang di Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Sabtu (11/04/2026) siang. Seorang bocah laki-laki berusia empat tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam dan terseret arus Sungai Sedodol.
Korban diketahui bernama Akhmad Fathir (4), warga Dusun Sedodol RT 02 RW 05, Desa Plinggisan. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di area sekitar Jembatan Sedodol, yang kerap menjadi lokasi aktivitas warga, termasuk anak-anak yang bermain di sekitar aliran sungai.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula saat korban bermain dan berenang di sungai bersama dua teman sebayanya, yakni Akmal dan Wahyu. Ketiganya diketahui tengah bermain air seperti biasa tanpa didampingi orang dewasa.
Namun, suasana yang awalnya penuh keceriaan berubah menjadi kepanikan ketika korban tiba-tiba terseret arus sungai yang cukup deras. Dalam hitungan detik, tubuh korban hilang dari permukaan air dan tidak terlihat lagi.
“Saat itu korban bermain dan berenang di sungai bersama dua temannya. Tidak lama kemudian korban tenggelam dan tidak muncul ke permukaan,” ungkap Aipda Junaedi, Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota.
Melihat kejadian tersebut, kedua temannya yang panik langsung berlari menuju permukiman warga untuk meminta bantuan. Teriakan mereka sontak membuat warga sekitar bergegas menuju lokasi kejadian.
Warga yang datang ke lokasi langsung melakukan upaya pencarian secara manual dengan menyisir aliran sungai. Beberapa warga bahkan turun langsung ke sungai, sementara yang lain berjaga di titik-titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyutnya korban.
Upaya pencarian berlangsung cukup dramatis dan penuh harap. Setelah sekitar satu jam melakukan penyisiran, tubuh korban akhirnya berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam, tepatnya di sekitar Jembatan Sedodol.
“Korban ditemukan warga sekitar satu jam kemudian dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian,” tambah Junaedi.
Setelah korban ditemukan, warga segera mengevakuasi tubuh korban ke daratan. Tidak lama kemudian, petugas dari Polsek Kraton, yakni Aipda M. Ali dan Bripka Budianto, tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta membantu proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut.
Petugas juga berkoordinasi dengan pihak puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan medis terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Pihak keluarga yang menerima kabar duka tersebut tampak terpukul, namun menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Keluarga juga menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban.
“Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi,” tegas Junaedi.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di area yang memiliki potensi bahaya seperti sungai, saluran air, maupun tempat terbuka lainnya.
Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu serta arus sungai yang bisa berubah sewaktu-waktu juga menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali, dan masyarakat dapat lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar.(Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?