Banner Iklan

Tingkatkan Mutu Lulusan, FITK UIN Malang Gelar Rapat Tinjauan Kurikulum 2026

M. Kholilur Rohman
23 April 2026 | 09.52 WIB Last Updated 2026-04-23T02:53:08Z

 

Foto: Suasana rapat

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Komitmen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam meningkatkan mutu lulusan kembali ditegaskan melalui Rapat Tinjauan Kurikulum FITK yang digelar Rabu (22) kemarin. Bertempat di Ruang Rapat Lt 1, kegiatan ini dihadiri perwakilan seluruh program studi di lingkungan FITK.

Penegasan Dekan FITK UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhammas Walid, MA. membuka rapat dengan arahan bahwa dokumen kurikulum seluruh prodi harus lengkap dan terdokumentasi dengan baik. Untuk memastikan kualitas pembahasan, workshop kurikulum akan dilaksanakan secara bertahap.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. M. Yunus, M.Si., menambahkan, sejalan dengan kebijakan focusing anggaran, pos perjalanan dinas, jasa honorarium, dan narasumber untuk sementara ditiadakan. Sebagai gantinya, FITK menetapkan agenda rutin Rapat Kurikulum setiap Rabu. Fokus tinjauan meliputi profil utama prodi, profil tambahan, serta pengembangan profil berbasis internasional.

Salah satu pembahasan utama adalah ketepatan diksi pada profil lulusan. Kaprodi PIPS menyampaikan bahwa hasil asosiasi belum menetapkan profil lulusan. Usulan awal yang diajukan adalah calon pendidik IPS, dengan profil tambahan asisten peneliti ilmu sosial dan wirausaha. Menanggapi hal tersebut, WD Bidang Akademik dan Kelembagaan, menilai frasa “calon pendidik” kurang baku dan istilah “asisten” peneliti kurang spesifik.

Untuk aspek wirausaha, perlu dipertegas kekhasan prodi, misalnya melalui penguatan materi marketing. Dekan menegaskan bahwa Educational Objective harus menjelaskan capaian nyata setelah mahasiswa lulus.

Deskripsi profil lulusan merujuk pada peran yang akan dijalankan lulusan di masyarakat. Dari diskusi tersebut disepakati untuk menghilangkan diksi “calon” pada seluruh dokumen profil lulusan. Dekan mengarahkan penggunaan istilah “Ahli” agar lebih menegaskan kompetensi lulusan.

Setiap prodi menyampaikan catatan evaluasi kurikulum:

  • PGMI: Mengusulkan penghapusan profil peneliti karena aktivitas penelitian sudah melekat pada tugas guru. Profil utama ditetapkan sebagai guru tingkat dasar, dengan profil tambahan edupreneur pendidikan dasar.
  • Magister Pendidikan Matematika: Profil lulusan diarahkan untuk menunjang profesi yang ada.
  • PAI: Sekprodi menekankan pentingnya komponen evaluasi yang memuat indikator dan rekomendasi yang jelas. Kaprodi menyampaikan profil lulusan utama berjumlah satu dan profil tambahan berjumlah lima, yang disusun berdasarkan tracer study dan kebutuhan DUDI.
  • PBA: Menyampaikan perlunya penajaman pemaknaan diksi pada profil lulusan.
  • PIAUD: Mendorong penguatan argumentasi internal dan penyusunan profil yang sesuai dengan kebutuhan zaman. PIAUD mengusulkan penguatan lima nilai lulusan: berpikir kritis inovatif, kompeten dan kompetitif, komunikatif adaptif, integritas profesional, dan kepemimpinan spiritual.

Dekan menilai profil lulusan FITK perlu menunjukkan kekhasan atau distingsi Fakultas. Selain peran sebagai pendidik, konselor, dan pengembang OAD, diusulkan penambahan aspek ekoteologi sebagai nilai distingtif. Dekan juga menegaskan bahwa Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) harus mengacu pada SN Dikti, KKNI, kebutuhan abad 21, sistem penjaminan mutu 2025, standar akreditasi nasional dan internasional, kebutuhan DUDI, serta distingsi masing-masing prodi.

Rapat menghasilkan beberapa kesepakatan:

  • Piloting CPL: Kaprodi PAI ditunjuk sebagai piloting penyusunan CPL yang mencerminkan KKNI, SN Dikti, penjaminan mutu 2025, akreditasi nasional dan internasional, DUDI, dan distingsi prodi.
  • Format Review Kurikulum: Dekan akan menyusun format baku review kurikulum untuk seluruh prodi.
  • Rapat Berkala: Pembahasan kurikulum akan dilanjutkan setiap Rabu untuk menyelesaikan seluruh aspek secara bertahap.
  • Revisi Diksi: Kata “calon” pada profil lulusan secara resmi dihapus dan diganti dengan istilah yang lebih menegaskan keahlian.
Rapat Tinjauan Kurikulum FITK pada 22 April 2026 menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan kurikulum dengan standar nasional, kebutuhan DUDI, dan tuntutan internasional. Dengan penataan dokumen yang lengkap, penajaman profil lulusan, serta penguatan nilai distingsi, FITK UIN Malang siap mencetak lulusan yang ahli, profesional, dan berdaya saing global.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tingkatkan Mutu Lulusan, FITK UIN Malang Gelar Rapat Tinjauan Kurikulum 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now