![]() |
| Senator Lia Istifhama (hijau) menyiapkan Temu Alumni MAFASH UINSA dengan misi menghangatkan silaturahmi dalam nuansa musik dan kenangan./dok. Istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Ketua Panitia Temu Alumni MAFASH UINSA sekaligus anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Lia Istifhama turut menyiapkan acara silaturahmi pelepasan rindu Alumni Majelis Alumni Fakultas Syariah dan Hukum (MAFASH) UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kegiatan akbar ini akan digelar pada 11 April 2026 dengan mengusung tema 'Rinduku, Rindumu, Rindu Kita Semua'. Tema ini diangkat sebagai refleksi dari kerinduan lintas generasi alumni untuk kembali berkumpul.
Lia Istifhama selaku Ketua Panitia Temu Alumni MAFASH UINSA menuturkan, acara ini dirancang tidak sekadar sebagai reuni, tetapi juga ruang kebersamaan yang hangat dan bermakna.
"Konsepnya sederhana namun penuh makna. Kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan yang menyatu, dengan sentuhan musik dari para alumni sendiri. Jadi bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari mempererat silaturahmi," ungkap Lia, disela rapat persiapan pada Senin (6/4).
Alumni Muamalah angkatan 2002 ini juga mengajak seluruh alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya untuk hadir dan meramaikan kegiatan yang akan berlangsung di Sport Center UINSA.
Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia, temu alumni mempunyai arti lebih dari sekadar temu kangen. Ia menyebutnya sebagai ruang strategis untuk membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata alumni bagi masyarakat.
"Di forum seperti ini, potensi besar alumni bisa saling terhubung. Dari situ lahir sinergi yang tidak hanya bermanfaat bagi sesama alumni, tetapi juga bagi umat dan bangsa," ujarnya.
Ning Lia menekankan pentingnya menjaga ikatan emosional sekaligus intelektual antaralumni. Baginya, hubungan yang terjalin sejak masa kuliah adalah kekuatan sosial yang perlu terus dirawat.
Ia berharap, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, hingga memperkuat komitmen bersama dalam berkontribusi di tengah masyarakat.
"Pertemuan ini semoga menjadi ruang bertukar cerita, ide, dan peluang yang membawa kemanfaatan bersama," jelasnya.
Lebih jauh, Lia mengungkapkan bahwa tema yang diangkat tahun ini tidak lahir tanpa alasan. Ia berangkat dari kenangan sederhana yang justru membekas kuat dalam ingatan para alumni.
"Saat kuliah dulu, kami punya istilah 'DPR' di bawah pohon rindang sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, dan berbagi cerita. Kenangan-kenangan seperti itulah yang menumbuhkan rasa rindu," bebernya mengingat masa kuliahnya.
Dari situlah, tema 'Rinduku, Rindumu, Rindu Kita Semua' diungkap Lia menjadi representasi perasaan yang diyakini dimiliki tiap alumni.
Persiapan kegiatan terus dimatangkan melalui rapat rutin yang sekaligus menjadi ajang konsolidasi kehadiran alumni.
Sejumlah nama turut hadir dalam pertemuan yang digelar di kediaman Lia, di antaranya Gus Bobby, Baidowi, Baijuri, Widodo, Amin Lubis, Asrori, Syadid, Istiqomah, dan Bagus. ***
Editor: YAN

.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?