LUMAJANG | JATIMSATUNEWS.COM
Lumajang – Peristiwa mengerikan terjadi di Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang pada Rabu (15/4/2026) siang. Kepala Desa Pakel, Sampurno (56), menjadi korban pembacokan oleh sejumlah orang yang diduga merupakan tamunya sendiri di kediamannya.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB dan sontak menggegerkan warga sekitar. Suasana desa yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kabar pembacokan menyebar dengan cepat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi di lokasi, saat itu korban tengah menerima sejumlah tamu di rumahnya. Namun tanpa diduga, para tamu tersebut justru melakukan penyerangan secara brutal terhadap korban.
Salah satu saksi mata, Paing (45), menuturkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan sulit dicegah oleh warga sekitar. Ia menyebut jumlah pelaku cukup banyak, bahkan diperkirakan lebih dari 10 orang.
“Kejadiannya sangat cepat, kami kaget. Tiba-tiba Pak Sam sudah tergeletak tidak berdaya dengan kondisi bersimbah darah. Luka di dada, tangan, kepala, dan bagian tubuh lainnya. Waktu itu tamunya banyak, lebih dari 10 orang,” ungkapnya.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok serius di beberapa bagian tubuh. Kondisinya yang kritis membuat warga segera berupaya memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
![]() |
| Kepala Desa Sampurno saat dibawah tim medis ke Rumah sakit dr.Haryoto |
Dalam kondisi luka parah dan tidak berdaya saat perjalanan menuju rumah sakit, korban sempat merekam pesan suara yang ditujukan kepada warga Desa Pakel. Rekaman tersebut berisi ungkapan rasa sayang dan kepeduliannya terhadap masyarakat serta perangkat desa.
“Assalamualaikum saudaraku seiman dan seagama, kepala desamu dibacok lebih dari 20 orang. Aku sayang rakyatku, aku juga sayang perangkat-perangkatku. Aku sekarang dalam perjalanan ke rumah sakit, saudara-saudaraku aku sayang kalian,” ucap Sampurno dengan suara lirih dan penuh haru.
Pesan tersebut menyentuh hati warga yang mendengarnya, sekaligus menggambarkan kondisi korban yang saat itu tengah berjuang antara hidup dan mati.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian dari Polsek Gucialit bersama Polres Lumajang masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban. Petugas juga tampak mengumpulkan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari para saksi yang berada di lokasi saat kejadian.
Garis polisi dipasang di sekitar rumah korban guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, motif di balik aksi pembacokan tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, termasuk mengidentifikasi para pelaku yang diduga berjumlah banyak dan melakukan penyerangan secara bersama-sama.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat setempat, mengingat korban merupakan seorang kepala desa yang dikenal dekat dengan warganya. Warga pun berharap agar aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tragis tersebut.
Sementara itu, kondisi korban masih dalam penanganan intensif oleh tim medis dan terus dipantau secara ketat.(Puj)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?