Ribuan Sopir Truk Gelar Aksi di Surabaya, Suarakan Keluhan BBM hingga Tarif Tol
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Aksi yang dimulai sejak Rabu pagi itu diikuti sekitar 1.500 sopir yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur GSJT. Tak kurang dari 900 unit truk ikut turun ke jalan dan memenuhi sejumlah ruas protokol di Surabaya hingga memicu kemacetan di beberapa kawasan.
Iring-iringan kendaraan besar tersebut bergerak perlahan dari arah selatan menuju pusat kota. Sejumlah truk tampak berhenti di titik-titik strategis, sementara para sopir berkumpul di pinggir jalan sambil membawa spanduk berisi tuntutan.
Aksi yang berlangsung selama dua hari ini menjadi wadah bagi para sopir untuk menyuarakan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait kebijakan BBM bersubsidi dan tingginya biaya operasional.
Salah satu sopir yang ditemui di lokasi, Yanto, mengungkapkan bahwa kendala utama yang dirasakan saat ini adalah sistem barcode BBM yang dinilai sering bermasalah.
“Kadang barcode tiba-tiba tidak bisa dipakai. Kita bingung, padahal belum isi. Kalau sudah begitu, kerja jadi terhambat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dugaan adanya penyalahgunaan data dalam sistem tersebut. Menurutnya, banyak sopir yang sebelumnya mendaftarkan data melalui pihak lain karena keterbatasan pemahaman teknologi, sehingga rawan terjadi masalah di kemudian hari.
Selain itu, para sopir juga mengeluhkan tingginya biaya operasional, terutama tarif tol yang terus mengalami kenaikan. Di sisi lain, pendapatan dari ongkos angkut dinilai tidak mengalami peningkatan yang sebanding.
“Biaya jalan naik terus, tapi ongkos angkut tidak ikut naik. Jadi makin berat,” tambahnya.
Keluhan lain yang mencuat di lapangan adalah kekhawatiran terkait tuduhan penyalahgunaan BBM. Para sopir merasa tidak semua kondisi di lapangan dapat disamaratakan sebagai pelanggaran, terutama ketika mereka harus membawa cadangan bahan bakar untuk kebutuhan operasional perjalanan jarak jauh.
Aksi ini juga mendapat perhatian dari masyarakat sekitar. Sejumlah pengguna jalan memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan, khususnya di kawasan Wonokromo dan arah Pelabuhan Tanjung Perak.
Seorang warga yang melintas mengaku memahami tujuan aksi tersebut, namun berharap kegiatan tetap berjalan tertib.
“Kalau memang menyampaikan aspirasi tidak masalah, yang penting tidak mengganggu terlalu lama,” ujarnya.
Sementara itu, aparat kepolisian tampak berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan situasi tetap kondusif. Pengalihan arus dilakukan secara situasional mengikuti pergerakan massa aksi.
Aksi para sopir truk ini menjadi gambaran bahwa masih ada sejumlah persoalan yang dirasakan di sektor transportasi logistik. Mulai dari kebijakan BBM hingga biaya operasional, semuanya menjadi bagian dari tuntutan yang disuarakan.
Bagi para sopir, turun ke jalan bukan sekadar bentuk protes, tetapi juga upaya agar persoalan yang mereka hadapi mendapat perhatian lebih serius dari pihak terkait. Erdogan Thayyib



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?