![]() |
| Anggota DPD RI, Lia Istifhama menerima penghargaan sebagai Senator Idola dari Radar Surabaya (31/3)./dok. Istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Komisi III, Lia Istifhama dinobatkan sebagai 'Senator Idola' oleh Radar Surabaya pada Selasa, 31 Maret 2026.
Usai menerima penghargaan ini, Lia Istifhama menyadari bahwa setiap langkahnya adalah titipan harapan masyarakat.
Lia Istifhama yang merupakan anggota DPD RI dapil Jawa Timur, mengaku tidak ingin dikenal hanya dari gelar atau jabatannya. Ia ingin dikenal karena kehadirannya di tengah masyarakat untuk menyapa, mendengar, dan merasakan apa yang dirasakan khalayak umum.
Putri KH Masykur Hasyim ini pun berpesan bahwa politik terbaik bukan tentang siapa yang paling kuat bersuara, tetapi siapa yang paling tulus mendengarkan.
Lia juga mengaku selalu membawa bekal empati dalam setiap pengabdiannya. Sebab menurutnya, setiap keluhan warga bukan sekadar data, melainkan cerita hidup yang harus diperjuangkan.
Politisi 42 tahun yang tumbuh dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan keagamaan ini juga mengaku kerap larut dalam perbincangan sederhana dengan masyarakat.
Hal ini dia jalani bahkan dari sudut desa, di tengah kegiatan pemuda, atau dalam forum kecil yang jauh dari gemerlap protokoler. Di sanalah, ia belajar tentang harapan rakyat yang sering kali sederhana yaitu ingin didengar, diperhatikan, dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Tiap langkahnya di Senayan tak jauh pula dari suara lirih masyarakat. Ia kemudian berusaha mendorong kebijakan yang dapat menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Diantaranya seperti pendidikan anak, pemberdayaan perempuan, hingga peluang bagi generasi muda untuk berdiri di atas kaki sendiri.
Di luar ruang politik, politisi yang akrab disapa Ning Lia ini menyalurkan jiwa seninya, kegemaran menulis dan berbicara hanya untuk menginspirasi sesama.
Ia percaya, perubahan tidak selalu harus dimulai dari hal besar melainkan kadang cukup dari satu kata yang menguatkan, satu karya yang menyadarkan, atau satu langkah kecil yang konsisten.
Ia pun ingin menjadi orang yang tidak hanya hadir untuk memimpin, tetapi juga untuk mengerti dengan ketulusan.
Selain itu, Lia Istifhama bertekad penuh dalam langkah politiknya untuk memilih jalan yang sunyi namun bermakna yakni berjalan bersama rakyat, bukan di depan mereka. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?