![]() |
| Dokumentasi Kegiatan |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Isu kesehatan mental kini semakin menjadi perhatian di tengah masyarakat perkotaan, termasuk di Kelurahan Dinoyo, Kota Malang. Menjawab tantangan tersebut, dosen dan mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Maharani Malang menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Peran Kader Posyandu Jiwa melalui Edukasi dan Pendampingan Kesehatan Mental Masyarakat”.
Kegiatan
ini merupakan program edukasi dan pendampingan kesehatan mental yang dirancang
untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu Jiwa sebagai garda terdepan dalam
upaya promotif dan preventif di masyarakat. Tidak hanya penyampaian materi,
program ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan fisik serta pembagian
buku panduan kader.
![]() |
| Dokumentasi Kegiatan |
Kegiatan
dipusatkan di Kelurahan Dinoyo, Kota Malang, yang dipilih karena memiliki
dinamika masyarakat perkotaan dengan kompleksitas permasalahan psikososial yang
cukup tinggi.
Seluruh
rangkaian kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 07.30
WIB hingga selesai.
Rendahnya
literasi kesehatan mental serta masih kuatnya stigma sosial menjadi hambatan
utama dalam penanganan masalah kejiwaan di masyarakat. Kondisi ini mendorong perlunya
intervensi berbasis komunitas yang mampu meningkatkan pemahaman sekaligus
memperkuat peran kader sebagai pendamping masyarakat.
Kegiatan
dilaksanakan secara komprehensif melalui beberapa agenda utama, antara lain:
1. Edukasi kesehatan jiwa kepada kader dan Masyarakat
2. Pelaksanaan pre-test dan post-test untuk
mengukur peningkatan pengetahuan
3. Pemeriksaan kesehatan (kolesterol dan
asam urat)
4. Pembagian Buku Kader Keperawatan Kesehatan Jiwa sebagai panduan berkelanjutan
![]() |
| Dokumentasi Kegiatan |
Selain
itu, kegiatan ini juga menekankan kolaborasi antara institusi pendidikan,
tenaga kesehatan, dan mitra pendukung guna memastikan keberlanjutan program.
Program
ini berhasil meningkatkan pemahaman kader terkait kesehatan mental, yang
ditunjukkan dari hasil evaluasi pre-test dan post-test. Antusiasme peserta juga
terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi dan pemeriksaan kesehatan.
Lebih
dari itu, kegiatan ini juga memberikan dampak
yang signifikan dalam mengurangi stigma terhadap gangguan jiwa di
masyarakat. Dengan adanya Buku Kader Keperawatan Kesehatan Jiwa (KKJ), kader
diharapkan mampu melakukan deteksi dini serta pendampingan secara
berkelanjutan.
Kegiatan
ini menjadi bukti nyata bahwa adanya sinergi antara dunia akademik dan
masyarakat dapat menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran serta
ketahanan kesehatan mental di tingkat komunitas.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?