Banner Iklan

Pengabdian Masyarakat Mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Maharani Malang: Edukasi Body Shaming Dan Citra Tubuh Positif Membangun Rasa Percaya Diri Dan Menghargai Tubuh

Admin JSN
20 April 2026 | 15.12 WIB Last Updated 2026-04-20T08:13:09Z

 

Dokumentasi Kegiatan


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan STIKes Maharani Malang telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul " Body shaming dan citra tubuh positif membangun rasa percaya diri dan menghargai tubuh" yang bertempat di SMK Negeri 12 Malang pada Kamis, 16 April 2026.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena body shaming di kalangan remaja yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, seperti menurunnya kepercayaan diri, kecemasan, hingga gangguan psikologis lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya penerimaan diri dan penghargaan terhadap keberagaman bentuk tubuh.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan yang bersifat edukatif dan interaktif. Materi yang disampaikan meliputi pengertian body shaming, jenis-jenis body shaming, dampak yang ditimbulkan, serta strategi dalam membangun citra tubuh positif, yang disampaikan oleh Mahasiswa STIKes Maharani Malang Ananda (Anbiyak Zanuba Akhya Gamal dan Angelina Merici Edo) dari program studi S1 Keperawatan. Selain itu, peserta juga diberikan motivasi untuk mengembangkan sikap saling menghargai dan menciptakan lingkungan yang suportif serta bebas dari perilaku diskriminatif berbasis penampilan fisik.

Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing, Bapak Ns. Ridwan Sofyan, S.Kep., M.Kep. yang memberikan arahan dan supervisi selama proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan:

"Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bentuk implementasi nyata dari peran mahasiswa keperawatan dalam upaya promotif dan preventif, khususnya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental remaja. Isu body shaming perlu mendapa↓ erhatian serius karena dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan psikologis siswa".

Selain itu, perwakilan dari pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Salah satu guru SMK Negeri 12 Malang yang menjabat sebagai Kepala Humas Bapak Ahmad Suprayitno, S.Pd. menyatakan:

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi ini karena memberikan wawasan yang sangat relevan bagi siswa. Harapannya, para siswa dapat lebih memahami pentingnya menghargai diri sendiri dan orang lain, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif dan inklusif."

Partisipasi aktif siswa SMK Negeri 12 Malang dalam kegiatan ini terlihat dari antusiasme selama sesi diskusi dan tanya jawab. Interaksi yang terjalin menunjukkan adanya peningkatan pemahaman serta kesa un siswa terhadap pentinanva meniaga kesehatan mental dan membangun citra diri yang positif.

Dokumentasi Kegiatan

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menginternalisasi nilai-nilai penerimaan diri serta menghindari perilaku body shaming, baik sebagai pelaku maupun korban. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkunga↓ kolah yang lebih inklusif, sehat, dan mendukung kesejahteraan psikologi remaja pelaku maupun korban. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif, sehat, dan mendukung kesejahteraan psikologis remaja.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa STIKes Maharani Malang dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja. (Malang, 16 April 2026)




Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pengabdian Masyarakat Mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Maharani Malang: Edukasi Body Shaming Dan Citra Tubuh Positif Membangun Rasa Percaya Diri Dan Menghargai Tubuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now