Banner Iklan

Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi RMNC untuk Tingkatkan Keselamatan Ibu dan Bayi

10 April 2026 | 21.38 WIB Last Updated 2026-04-10T14:38:24Z
Jatimsatunews.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, yang mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi dalam acara peningkatan kesadaran penerapan Respectful Maternity and Newborn Care (RMNC) sekaligus penandatanganan komitmen bersama penanggulangan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Kegiatan yang digelar di Hotel Aston Sidoarjo pada Jumat (10/4/2026) ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, M.Kes., Ketua POGI Cabang Surabaya Komisariat Sidoarjo dr. Setya Budi Pamungkas, Sp.OG., Ketua IDAI Jatim II Sidoarjo dr. Muhammad Nasirudin, Sp.A., Ketua IBI Cabang Sidoarjo Sri Mei Winardiati, S.ST., Bd., Project Coordinator Program HER WAY dari Yayasan Project HOPE Flora Theodora Parapat, dr. Muhammad Ardian C.L, Sp.OG., serta para kepala puskesmas, dokter obgyn, dan dokter pediatrik se-Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Fenny Apridawati menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menekan AKI dan AKB yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan.

“Tanpa kolaborasi, angka kematian ibu dan bayi akan sulit ditekan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa AKI dan AKB merupakan indikator penting dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meskipun terdapat wacana perubahan indikator ke arah stunting, keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama.

Fenny juga menyoroti pentingnya sistem pelaporan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) yang kini telah berjalan secara online. Menurutnya, pelaporan yang tepat waktu sangat menentukan kualitas intervensi yang dilakukan pemerintah.

“Melalui pelaporan MPDN yang terukur, kita dapat mengambil langkah cepat dan tepat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, M.Kes., menyampaikan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan pilar utama pembangunan bangsa. Secara nasional, tren AKI dan AKB menunjukkan penurunan, namun kondisi di Kabupaten Sidoarjo masih memerlukan perhatian serius.

“Angka kematian bayi di Sidoarjo masih tergolong tinggi meskipun berada di bawah angka nasional. Begitu pula dengan stunting, yang tahun lalu meningkat dari 8,4 persen menjadi 10,6 persen, meskipun masih lebih rendah dibandingkan angka nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus segera ditangani melalui langkah konkret dan kolaboratif, termasuk melibatkan organisasi profesi seperti POGI, IDAI, dan IBI, serta NGO Yayasan Project HOPE.

Untuk memperkuat komitmen penurunan AKI, AKB, dan stunting, Pemkab Sidoarjo menjalankan berbagai program strategis, di antaranya program 1 Puskesmas 1 Obgyn (1P1O), pendampingan layanan kesehatan, peningkatan pemanfaatan buku KIA dalam pelayanan antenatal care (ANC) dan keluarga berencana (KB), serta penguatan program “Sido Simpati” (Spesialis dan Profesi Sidoarjo Siap Mendampingi Ibu Anak Terlindungi). Selain itu, rumah sakit juga didorong menyediakan rumah singgah bagi ibu hamil berisiko tinggi.

“Harapan kami, angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan hingga mendekati nol,” pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi RMNC untuk Tingkatkan Keselamatan Ibu dan Bayi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now