Banner Iklan

Pagi Pertama Grup Dasavartha di Malaysia Disambut Rapat Strategi di Bilik Mesyurat

M. Kholilur Rohman
10 April 2026 | 21.25 WIB Last Updated 2026-04-10T14:25:17Z

 

Foto: Rapat perdana

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam Grup Dasavartha langsung memulai aktivitas tanpa jeda setibanya di Maahad Tahfiz Ihya’ Al-Ahmadi (MIA), Malaysia. Setelah menempuh perjalanan panjang dengan transit selama 17 jam di Bandara Changi, Singapura, sepuluh mahasiswa tersebut langsung mengikuti rapat perdana pada Kamis (2/4) pukul 07.30 waktu setempat di Bilik Mesyurat Maahad.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyusun arah dan strategi pengabdian mereka selama kurang lebih satu bulan ke depan dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan asistensi mengajar luar negeri yang difasilitasi oleh International Office and Student Affairs (IOSA) FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Rapat yang berlangsung hingga pukul 14.00 waktu setempat tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari perkenalan anggota Dasavartha, pemaparan tujuan program, hingga penyusunan rencana kerja selama berada di MIA. Selain itu, pihak Maahad juga menyampaikan aturan dan tata tertib yang harus dipatuhi selama mahasiswa menjalankan aktivitas di lingkungan pesantren.

“Rapatnya panjang tapi sangat produktif. Kami merasa dihargai karena dilibatkan sejak awal dalam penyusunan program,” ujar Siti Maryam, salah satu anggota Dasavartha.

Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kunjungan ke B.A.R.A.T, pusat pengembangan wirausaha di lingkungan Maahad. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai unit bisnis yang dikelola secara mandiri oleh pesantren, seperti kafe, butik, barber shop, mini market My Souq, hingga Anjung Raihan Homestay. Para mahasiswa tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai konsep kewirausahaan berbasis pesantren.

“Kami ingin Dasavartha tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga memahami pentingnya kemandirian ekonomi,” ujar salah satu pengelola B.A.R.A.T.

Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa, yang melihat langsung bagaimana sebuah pesantren modern mengintegrasikan pendidikan dengan kemandirian ekonomi. Mereka mengaku mendapatkan banyak inspirasi yang dapat diterapkan di Indonesia, baik di lingkungan kampus maupun pesantren. Kegiatan hari pertama ini pun menjadi fondasi penting sebelum mereka mulai terjun langsung mendampingi proses pembelajaran di kelas bersama para santri pada hari berikutnya, sekaligus memperkuat peran mereka tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembelajar dalam ekosistem pendidikan yang lebih luas.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pagi Pertama Grup Dasavartha di Malaysia Disambut Rapat Strategi di Bilik Mesyurat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now