![]() |
| Pagar Nusa Kasembon Malang menggelar Ujian Kenaikan Tingkat untuk menjaga kaderisasi yang mengakar./dok. Istimewa |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Ujian Kenaikan Tingkat Akhir digelar PAC Pagar Nusa Kasembon pada Minggu (26/4) di Desa Bejirejo, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.
Ujian ini menjadi penanda penting atas pertumbuhan signifikan organisasi di tingkat lokal. Kegiatan ini tidak sekadar agenda evaluatif, melainkan bagian dari strategi kaderisasi berkelanjutan dalam tubuh Pagar Nusa.
Sejak pagi hari, para peserta mengikuti rangkaian ujian dengan disiplin tinggi. Ujian ini dirancang untuk mengukur kesiapan fisik, teknik, sekaligus ketahanan mental para pendekar muda. Namun lebih dari itu, terdapat dimensi ideologis yang menjadi ruh utama, penguatan nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah sebagai fondasi gerakan.
Ketua PAC Pagar Nusa Kasembon, Joko Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari arahan struktural organisasi di tingkat cabang.
"Ujian kenaikan tingkat ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas personal Pagar Nusa," ujarnya.
Perkembangan organisasi di Kasembon pun mendapat pengakuan dari kalangan Nahdlatul Ulama setempat. Ketua MWC NU Kasembon, Dr. H. Kaseri Taufiqurahman, menyebut bahwa pertumbuhan Pagar Nusa di wilayah ini tergolong progresif.
"Alhamdulillah, sejak berdiri sampai sekarang, Pagar Nusa di Kecamatan Kasembon berkembang sangat membanggakan. Kami juga termasuk yang menggagas dan mendirikannya," tuturnya.
Sementara itu, Dewan Khos PC Pagar Nusa sekaligus pembina setempat, Jadu Nur Hidayat yang akrab disapa Abah Jadu menegaskan dimensi etika yang menjadi fondasi kaderisasi.
"Santri Pagar Nusa kudu manut nang wong tuo, manut nang guru lan kiai. Bela kiai sampai mati," tegasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan nilai dasar dalam tradisi pesantren, kepatuhan, adab, dan loyalitas kepada kiai sebagai pusat otoritas keilmuan dan moral. Dalam konteks ini, Pagar Nusa di Kasembon tidak hanya tumbuh sebagai organisasi pencak silat, tetapi juga sebagai benteng kultural dalam menjaga dan mempertahankan faham Ahlussunah wal Jamaah.
Dengan pertumbuhan yang kian signifikan, Pagar Nusa Kasembon menunjukkan bahwa kaderisasi yang kuat tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi dari kemampuan merawat tradisi, memperkuat ideologi, dan menjaga kesinambungan nilai. Dari Bejirejo, arah itu tampak jelas, Pagar Nusa bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan kultural yang terus hidup di tengah masyarakat. (Rof)
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?