Ning Laili Qomariyah (tengah) bersama 2 putri cantiknya. Dari Aktivis Muslimah ke Kursi Komisi 1 DPRD
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Perjalanan politik Ning Laili Qomariyah, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, tidak dimulai dari ambisi pribadi. Justru, langkahnya ke dunia politik berawal dari dorongan keluarga, khususnya sang ibu, serta nilai-nilai perjuangan yang ia pelajari sejak kecil di lingkungan organisasi keagamaan.
Ning Laili mengungkapkan bahwa dirinya awalnya tidak memiliki niat untuk terjun ke dunia politik.
Namun, pada peristiwa Pemilu 2014, ia mendapat dorongan kuat dari orang tua, bahkan harus melalui persetujuan keluarga sebelum menerima mandat untuk maju.
“Awalnya saya tidak punya niatan masuk politik. Bahkan saya harus mendapat surat mandat dan persetujuan dari orang tua. Pesan ibu saya, kalau sudah terjun ke politik harus niat membantu orang, seperti dawuh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, bahwa politik itu harus ‘ngrewangi’ masyarakat,” ungkapnya pada JatimSatuNews, Jumat 3/3/2026.
Ia juga menuturkan, latar belakangnya bukan berasal dari keluarga kaya atau tokoh politik besar. Sebelum menjadi anggota DPRD, ia masih aktif bekerja di koperasi milik keluarganya dan aktif di organisasi Muslimat di tingkat kecamatan.
Perjalanan politiknya pun tidak mudah. Pada awal 2014, Ning Laili bahkan sempat ragu apakah dirinya mampu bertahan di dunia politik.
Namun berkat doa orang tua, dukungan para kiai, dan dorongan guru-guru, ia akhirnya mantap menjalani amanah tersebut.
“Saya bukan orang baru yang kaya, bukan dari keluarga punya. Tapi dari kegiatan sosial, dari teman-teman Muslimat, akhirnya saya mendapat kepercayaan menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Dalam hal pendidikan, Ning Laili menempuh pendidikan dasar hingga menengah di lembaga pendidikan berbasis agama, yakni SD, MTs Al Khuriyah Patuguran, hingga MA di Kota Pasuruan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S1 Pendidikan Agama Islam. Pengalaman pendidikan tersebut turut membentuk karakter sosialnya dalam dunia politik.
Selain itu, sejak kecil ia juga aktif dalam organisasi pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama, seperti IPPNU. Dari organisasi tersebut, ia mulai mengenal dunia sosial, kepemimpinan, hingga dinamika politik, termasuk kedekatannya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Meski telah beberapa periode dipercaya masyarakat, Ning Laili mengaku tidak memiliki target ambisius untuk masa depan politiknya. Ia memilih menjalani semuanya dengan mengalir dan tetap fokus pada pengabdian kepada masyarakat.
“Saya mengalir saja. Kalau Allah masih memberi kepercayaan dan masyarakat masih percaya, saya siap. Tapi saya tidak ingin berjanji berlebihan,” katanya.
Sebagai anggota dewan, Ning Laili menegaskan bahwa fokus perjuangannya adalah bidang sosial dan membantu masyarakat tanpa membedakan daerah pemilihan.
Ia mengaku terinspirasi oleh sosok ibunya yang dikenal sebagai tokoh perempuan yang aktif membantu masyarakat.
“Saya ingin menjadi penerus ibu saya. Tidak ada alasan perempuan tidak bisa terjun ke politik. Perempuan harus tetap maju dan berani,” tegasnya.
Ia juga mengakui, sebagai perempuan tentu ada tantangan dalam dunia politik. Namun menurutnya, kendala tersebut bisa dihadapi dengan keikhlasan dan komitmen kuat untuk melayani masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Ning Laili memberikan pesan kepada perempuan, khususnya generasi muda, agar tidak ragu terjun ke dunia politik.
“Perempuan harus tetap maju. Politik bukan hanya milik laki-laki. Perempuan juga punya peran penting untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?