![]() |
| Potret pelantikan pengurus Ancab Fatayat NU Widodaren Ngawi di Gedung MWCNU Widodaren.Dok,Qony. |
NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM
Meneladani perjuangan RA Kartini, Ketua PAC Fatayat NU Widodaren Ngawi, Siti Solekhah berkomitmen untuk terus berkhidmah di dalam organisasi Nahdlatul Ulama.(21/04/2026)
"Hari Kartini adalah momentum untuk merenung sejenak, mengingat dan mengenang perjuangan RA. KARTINI yang sangat luar biasa dalam membela kaum perempuan. Alhamdulillah sekarang saya ada di antara para perempuan hebat di dalam oganisasi FATAYAT NU. Di Fatayat kita sama-sama berjuang dan meneruskan perjuangan beliau," tutur Siti Sholekah dengan mata memanjang penuh harap, untuk kemajuan Fatayat NU di Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi Jawa Timur.
Istri dari Nur Mahali itu sangat bersyukur hidup di zaman yang telah menjunjung derajat perempuan Indonesia, merasakan manisnya perjuangan tokoh perempuan RA. KARTINI. Sehingga keteladanan semangat murid dari Kyai Sholeh bin Umar dari Darat Semarang, mampu untuk diwarisi oleh setiap kader Fatayat sampai di tingkat ranting serta anak ranting.
"Perempuan yang berdaya dan digjaya adalah yang tahu apa yang dia mau perjuangkan, dengan penuh rasa percaya diri. Alhamdulillah semangat untuk kaum perempuan," tandas perempuan kelahiran Kendal Jawa Tengah tersebut penuh keyakinan.
Siti Solekhah saat ini menjabat sebagai ketua PAC Fatayat NU Widodaren, mengemban tugas organisasi yang mengharuskan dirinya aktif di dalamnya. Namun hal ini tidak menjadikan dirinya lupa akan perannya dalam lingkungan rumah, yang ada di Dusun Katerban, Desa Sekaralas.
![]() |
| Siti Solekhah semangat berkhidmah di organisasi Nahdlatul Ulama, berjuang meneladani RA Kartini dengan menjadi ketua PAC Fatayat NU Widodaren Ngawi.(21/04/2026).Dok,Qony. |
Memiliki 2 orang penerus sujud; putra bernama Muhammad Nuril Abshor dan putri bernama Ulfi mazidatul khusna merupakan anugerah sekaligus amanah bagi perempuan yang lahir pada 13 Agustus 1985 silam tersebut.
Saat ini kontribusi berkelanjutan pelaksanaan program-program di Fatayat Widodaren terus ditingkatkan, guna mencetak kader-kader perempuan yang berdaya dan digjaya.
Menariknya, momentum perayaan Kartini kali ini sekaligus dirangkai Harlah Fatayat NU yang jatuh pada 24 April mendatang. Sehingga perempuan berdaya yang kuat dari dalam dan digjaya yang unggul dalam menjadi kader Fatayat NU menjadi dua hal yang tak dapat dipisahkan.(Qony)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?