Banner Iklan

Refleksi Hari Kartini, Mba Nuri Ngawi Tak Pernah Tinggalkan Semangat Aktivisnya Meski Telah Jadi Legislator

Admin Cyber
21 April 2026 | 18.36 WIB Last Updated 2026-04-21T15:24:30Z

Potret Mba Nuri Ngawi yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Ngawi dan Ketua PC PERGUNU Ngawi tetap menjaga keseimbangan peran perempuan di dalam keluarga.(21/04/2026).Dok,Qony.


NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM

Lebih senang dikenal sebagai aktivis perempuan NU daripada pejabat, membuat Mbak Nuri Ngawi merasa menjadi Kartini masa kini.(21/04/2026)

Momentum Hari Kartini kali ini, Mbak Nuri Ngawi menyoroti peran perempuan di ranah keluarga yang tentu membutuhkan keseimbangan, dengan aktivitas di luar rumah. 

"Kartini bukan sekadar emansipasi tapi bagaimana kita bisa menjaga keseimbangan dengan keluarga.

Keluarga jadi kunci pembentukan karakter anak, melemahnya pendampingan dan komunikasi dalam keluarga menjadi tantangan serius dalam pembentukan karakter anak, untuk menyelamatkan generasi emas kita," tutur Ketua PC PERGUNU Ngawi tersebut dengan nada yang hangat, seumpama ibu yang mengusap air mata anaknya.

Kegiatan Nuri Karimatunnisa sangat padat, hampir semua aktivitasnya bernilai positif. Di mana tokoh perempuan yang aktif berkhidmah di NU sejak 2009 itu terus berkontribusi aktif, agar pembentukan karakter bisa terus ditumbuhkan. 

Seringkali tempaan mental menjadi bahan bakar untuk terus semangat dalam perjuangan. Hal ini menjadikan Mba Nuri Ngawi kuat dan tangguh, sehingga memiliki harapan besar agar semua perempuan mampu terus berdaya, tidak reaktif yang malah akan merugikan diri sendiri.

"Kalau lihat perempuan reaktif itu sedih, karena bakal rugi, terlebih jika itu terjadi di komunitas atau organisasi. Yang lain sudah berlari maju, mereka masih sibuk salah paham dan gesekan internal. Jadi malah gak bisa maju," kata perempuan yang masih memiliki hubungan darah dengan almarhum Gusdur tersebut sambil menahan tawa.

Menurut Mba Nuri Ngawi, perempuan yang mau maju dan bertumbuh itu keren. Mereka tidak takut salah dan menganggap jika melakukan kekeliruan itu adalah manusiawi. Terus bergerak dan mau belajar, karena di atas langit masih ada langit.

"Makna Hari Kartini bukan sekedar emansipasi, tapi bagaimana Kartini-Kartini masa kini juga selalu kembali ke keluarga.

Return to family mencurahkan kehangatan di keluarga, di era yang nilai-nilai luhur dan empati semakin tergerus oleh perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi," sebut Mba Nuri Karimatunnisa.

"Semoga aku bisa tetap biasa saja dan rendah hati. Bisa tetap seneng jadi Mba Nuri aktivis perempuan NU daripada pejabat," pungkasnya mengangguk mantap setelah mengungkapkan bahwa sejatinya bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat dan mengucapkan Selamat Hari Kartini untuk semua wanita di manapun berada.

Akhirnya menjadi perempuan berdaya di ruang publik memang membutuhkan tenaga dan kapasitas besar, karena harus membagi perannya di dalam lingkup keluarga. Namun tidak ada sesuatu yang kebetulan, dengan niat selalu belajar dan mendapatkan ridha Allah SWT.(Qony)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Refleksi Hari Kartini, Mba Nuri Ngawi Tak Pernah Tinggalkan Semangat Aktivisnya Meski Telah Jadi Legislator

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now