Foto: Proses pembelajaran
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM — Inovasi pembelajaran kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui keterlibatan aktif dalam International Internship Program (IIP) 2026 yang berada di bawah koordinasi International Office and Students Affairs (IOSA) FITK.
Pada bulan April 2026, mahasiswa IIP melaksanakan kegiatan asistensi mengajar di Maahad Tahfiz As-Sa’idiyyah (MTAS) dengan menghadirkan program inovatif bertajuk “Adjective Adventure”. Program ini dirancang sebagai metode pembelajaran bahasa Inggris yang menitikberatkan pada praktik langsung di kelas, sehingga menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, aktif, dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti permainan kata sifat (adjective games), diskusi kelompok, serta simulasi penggunaan bahasa dalam konteks sehari-hari. Siswa diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan kata sifat dalam kalimat dan percakapan. Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup.
Para siswa tampak antusias berpartisipasi, saling berdiskusi, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi mereka.
Mahasiswa IIP berperan sebagai fasilitator yang mendorong keterlibatan aktif seluruh peserta. Dengan pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, mereka berhasil menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan inspiratif. Interaksi yang terjalin tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara pengajar dan siswa.
Pihak Maahad Tahfiz As-Sa’idiyyah memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa dalam mengemas pembelajaran bahasa Inggris menjadi lebih menarik dan aplikatif. Sementara itu, IOSA FITK menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membekali mahasiswa dengan pengalaman mengajar di tingkat internasional serta kemampuan pedagogik yang adaptif terhadap berbagai konteks.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?