Banner Iklan

Lulusan FMIPA UB Gaspol Hadapi Dunia Kerja, Bekali Mahasiswa dari Perencanaan Karier hingga Wirausaha

Anis Hidayatie
17 April 2026 | 20.08 WIB Last Updated 2026-04-17T13:09:05Z

 

Sultoni Kharis, Prof Khomsin, Prof Solimun Ngopi Sam FMIPA UB

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan tidak menganggur. Melalui berbagai program pembekalan calon alumni, FMIPA UB mendorong mahasiswa untuk memiliki rencana karier sejak awal, mulai dari penyusunan CV, kesiapan menghadapi dunia kerja, hingga peluang membangun usaha mandiri.

Kegiatan pembekalan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan alumni sukses, yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional sejak masih di bangku kuliah.

Guru Besar FMIPA UB, Prof. Solimun, menegaskan bahwa perencanaan karier tidak boleh dilakukan secara instan menjelang kelulusan, melainkan harus dibangun sejak mahasiswa baru memasuki dunia kampus.

“Dalam konsep manajemen, sesuatu itu harus berangkat dari awal. Sejak mahasiswa baru, saya selalu menekankan pentingnya memiliki tujuan. Jangan sampai setelah lulus baru bertanya mau kerja apa. Itu sudah terlambat,” ujarnya.

Menurut Prof. Solimun, setiap dosen memiliki tanggung jawab untuk membantu mahasiswa membangun sikap, perilaku, serta rencana masa depan sejak awal kuliah. Dengan memiliki tujuan yang jelas, mahasiswa dapat menyusun langkah-langkah konkret untuk mencapainya.

Ia mencontohkan, mahasiswa yang ingin menjadi dosen harus mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan akademik sejak awal. Begitu pula mahasiswa yang ingin bekerja di sektor keuangan atau industri lainnya harus mulai mengembangkan kompetensi yang relevan.

“Kalau sudah mau lulus baru memikirkan rencana, tentu sudah agak terlambat. Maka motivasi sejak awal sangat penting. Dengan rencana yang jelas, mahasiswa bisa menyusun planning masa depan mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Khomsin menyoroti pentingnya mengubah persepsi masyarakat terhadap lulusan MIPA. Selama ini, lulusan MIPA sering dianggap hanya cocok menjadi guru atau dosen, padahal peluang karier mereka sangat luas.

“Selama ini lulusan MIPA di masyarakat dianggap terbatas. Padahal alumni MIPA bisa bekerja di bank, industri, bahkan menjadi politikus dan pengusaha. Dengan kemampuan sains, mereka memiliki analisis yang kuat dan pengambilan keputusan yang cepat,” jelasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani menjadi wirausaha, termasuk membuka lembaga bimbingan belajar atau usaha berbasis keilmuan yang dimiliki.

“Kami sudah menyampaikan kepada wisudawan, kalau tidak mendapatkan pekerjaan, jangan menunggu. Bisa menjadi direktur bimbel, membuka usaha sendiri, atau memanfaatkan kemampuan analisis yang dimiliki,” tegasnya.

Pembekalan ini juga menghadirkan inspirasi dari alumni sukses, salah satunya Sultoni Kharis yang menunjukkan ketangguhan lulusan MIPA di berbagai sektor industri. Kisah sukses tersebut menjadi bukti bahwa lulusan FMIPA memiliki peluang luas untuk berkembang di berbagai bidang.


Melalui kegiatan ini, FMIPA UB berharap calon alumni tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.


Dengan bekal kemampuan analisis, logika, serta keterampilan sains, lulusan MIPA diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan inovasi di masyarakat.


“Lulusan MIPA tidak boleh menganggur. Mereka harus siap bekerja, berwirausaha, dan berkontribusi bagi masyarakat,” pungkas Prof. Khomsin.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lulusan FMIPA UB Gaspol Hadapi Dunia Kerja, Bekali Mahasiswa dari Perencanaan Karier hingga Wirausaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now