![]() |
| Potret mahalul qiyam Lailatul Ijtima MWCNU Widodaren Ngawi pada Senin malam,27/04/2026.(Foto:Dok,Qony). |
NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM
MWCNU Widodaren Ngawi gelar Lailatul Ijtima Sholawat Al Barzanji dan Istighotsah di Gedung Bersama MWCNU Widodaren.(28/04/2026)
"Atine manungso koyo dene lemah garing.
Bakal urip atine seng mati iki mau, kerana enthuk siraman ilmu seng diamalkan," sebut Kyai Daud Sunaryo dalam sambutannya pada Senin malam (27/04/2026).
Hadrah Al Mukmin Ceria dari Bulakpepe Banyubiru mengiringi acara Lailatul Ijtima penuh semangat, dengan Anik sebagai pimpinan grup. Menariknya dahulu pada awal berdiri, hadrah ini dinamakan Lansia Ceria.
"Acara malam ini sebagian besar yang menjalankan atau penggeraknya itu ibu-ibu Muslimat Bulakpepe Banyubiru, dengan ibu Surati sebagai ketua rantingnya," jelas Dina Anwary Ketua PAC Muslimat NU Widodaren.
Nampak puluhan ibu-ibu Muslimat dari ranting Banyubiru menyemarakkan acara, menjadi shohibul makan dan shohibul acara. Sementara jamaah Nahdliyin dari berbagai Banom dan Lembaga turut menghadiri acara, meski cuaca hujan.
![]() |
| Potret ibu-ibu Muslimat NU ranting Banyubiru menyemarakkan acara Lailatul Ijtima di Gedung Bersama MWCNU Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. |
Selanjutnya dalam acara inti diisi oleh Rais Syuriyah MWCNU Widodaren, Kyai Mochtar Khudlori, yang menyampaikan tentang khidmah maksimal di organisasi: berjuang mulai dari ilmu, pikiran, harta, dan tenaga atau lahir bathin.
"Kalau berkhidmah di NU itu harus tahan banting, tahan dirasani. Karena hidup itu memang selalu ada masalah. Solusinya tetap senantiasa berjuang dan rendah hati," tandas Kyai Mochtar dengan nada tegas, yang seolah tak terbantahkan.
Acara Lailatul Ijtima di kecamatan Widodaren Ngawi ini diharapkan menjadi sebuah refleksi bagi warga Nahdliyin untuk terus menjaga niat, bangga dengan identitas "wong NU" serta tulus ikhlas dalam berkhidmah.(Qony)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?