![]() |
| NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi pengelolaan dana dam Haji Tamattu bersama 19 MWCNU di Gedung Lintang Songo pada Ahad siang 26/04/3026.(Foto:Dok,Qony) |
NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM
NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi barusaja menggelar rapat koordinasi dana Dam Haji Tamattu bersama 19 MWCNU yang ada di Kabupaten Ngawi.(26/04/2026)
Kyai Hasim Ketua NU CARE-LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi, sebelumnya mengunjungi Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Ngawi untuk meminta persetujuan terkait program perdana terkait pengelolaan dana Dam Haji Tamattu.
"Alhamdulillah Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Ngawi memberikan persetujuan terkait program pengelolaan dana Dam ini. Sebelumnya kami memperoleh tawaran kerjasama dari KBIHU Jabal Noor Ngawi," tutur Kyai Hasim tanpa ragu, setelah mempelajari berbagai referensi keilmuan dan mendapatkan banyak pro kontra terkait pengelolaan dana Dam.
Dam ini merupakan denda yang diberlakukan bagi jamaah haji yang melanggar aturan ihram atau meninggalkan kewajiban ibadah haji. Sehingga jamaah wajib membayar dam, selanjutnya Kemenhaj RI saat ini sudah membolehkan pengelolaan dana DAM di Indonesia, dan NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi secara perdana berani memulai untuk mengelola dana Dam.
"Dari KBIH mewajibkan ada dokter hewan di tiap PAC nantinya. Selain itu, kambing yang digunakan harus dicantumkan nama atau ID Card sesuai jamaah Haji yang membayar Dam. Selanjutnya, packaging juga harus higienis dan menarik, ada tulisan daging hewan Dam KBIHU Jabal Noor dan NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi," sebut Kholid Muqorrobin selaku sekretaris panitia, dalam program pengelolaan dana Dam Lazisnu PCNU Kabupaten Ngawi.
Diperkirakan sebanyak 283 kambing Dam akan dikelola oleh NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi, yang dibagi di 19 MWCNU. Selanjutnya MWCNU dibagi per zona, untuk memudahkan pengelolaan, sesuai hasil rapat koordinasi yang dilaksanakan di Gedung Lintang Songo pada Ahad siang (26/04/2026).
![]() |
| Potret perwakilan 19 MWCNU dan kepanitiaan NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi dalam rapat koordinasi pengelolaan dana Dam. |
Di mana Zona 1 Barat meliputi: Widodaren, Karanganyar, dan Mantingan. Zona 2 Selatan meliputi: Sine, Ngrambe, Jogorogo, dan Kendal, Zona 3 Timur meliputi: Karangjati, Bringin, Padas, dan Kasreman. Zona 4 Utara meliputi: Geneng, Gerih, Kwadungan, Pangkur, lalu Zona 5 Tengah meliputi: Ngawi Kota, Paron, Kedunggalar, dan Pitu.
"Kita belajar untuk mengelola dana Dam Haji Tamattu secara transparan, akuntabel, dan profesional. Sudah saatnya NU itu lebih manfaati, bergerak, dan berdampak. Jadi kulo suwun kerjasama dari semuanya, demi kesuksesan program ini," tutup Kyai Hasim penuh harap.
Dengan catatan hewan Dam Haji Tamattu ini hanya bisa dibagikan kepada mustahik yang berpredikat fakir dan miskin, tidak seperti hewan qurban. Sehingga ke depannya pendataan dan pentasyarufan harus dilaksanakan secara profesional.(Qony)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?